Nekat Sholat Jumat, Gaji Dipotong 12,5 Persen, Absen Sehari Dipotong Dua Hari Kerja
OKUSATU.id – Nekat Sholat Jumat, tak peduli gaji dì potong setiap hari Jumat.
Tekat itu, tampaknya tertanam kuat pada diri pegawai UD Sentosa Seal dì Surabaya yang beragama islam.
Meski, konsekuensi itu secara finansial merugikan pendapatan harian.
Praktik pemotongan gaji sudah lama di terapkan, dengan dalih kebijakan perusahaan.
Baca juga : Larang Pegawai Sholat Jumat, Berani Melanggar Perusahaan Potong Gaji
Pada pegawai mau tak mau harus menerima pil pahit itu, demi tetap bisa menyembah sang pencipta.
Soal pemotongan gaji pegawai, dì benarkan Piter, salah satu pekerja dì UD Sentosa Seal.
Ia bukan penganut agama Islam, tapi ia kerap memperhatikan teman se profesinya itu.
Ia tahu ada pemotongan gaji harian, ketika temannya berangkat sholat Jumat setiap akhir pekan.
“Potongannya 12,5 persen atau sekitar Rp 10.000, ” ujarnya dì lansir detikjatim.
Pemotongan tersebut dari gaji harian Rp 80 ribu.
Jika dalam satu bulan empat kali sholat Jumat, dalam satu bulan gaji karyawan dì potong Rp 40.000.
“Tapi hebatnya, teman-teman muslim tetap sholat Jumat, ” ungkapnya.
Baca juga : Ekspor Kelapa Picu Krisis dalam Negeri
Potongan Gaji 2 Kali Lipat jika Absen
Tidak cukup hanya sebatas pemotongan gaji ketika pekerja sholat Jumat.
Pemotongan gaji tidak manusiawi juga dì lakukan, ketika pekerja absen kerja sehari.
Pekerja yang absen kerja sehari, dì sanksi pemotongan gaji dua hari atau sekitar Rp 150 ribu.
“Sementara gaji pekerja perhari Rp 80 ribu, artinya pekerja menerima sisa Rp 10 ribu, ” tuturnya. (13)
Baca juga : Listrik Padam dì Kabupaten OKU Petang Tadi, PLN ULP Baturaja Sebut Ini Pemicunya









