HeadlineOKU RAYASumsel

Petani Jagung Dihantui Gagal Panen, Sebut Kemarau Terburuk

×

Petani Jagung Dihantui Gagal Panen, Sebut Kemarau Terburuk

Sebarkan artikel ini

Petani Jagung Dihantui Gagal Panen, Sebut Kemarau Terburuk

OKU SELATAN – Petani jagung di Kabupaten Oku Selatan mendapat ancaman serius. Gagal panen. Penyebabnya, kemarau yang cukup panjang.

Tanaman tersebut sangat kekurangan pasokan air. Imbasnya, tanaman layu, daun tanaman mengering. Hal ini karena sengatan matahari yang luar biasa terik.

“Tanaman akan mati, karena teriknya sengatan matahari, ” ujar Roto, warga Desa Pelangki Kecamatan Muara Dua, Selasa 5 September 2023.

BACA JUGA PT Djarum Memanggil Anak Negeri Untuk Bergabung, Nggak Ribet Lengkap Sama Lokasi Penempatan

Meski tidak terlalu banyak membutuhkan asupan air, namun tanaman di lahan kering ini juga masih membutuhkan air agar tumbuhnya optimal.

Namun sayang, kemarau yang meradang sejak beberapa bulan terakhir, membuat tanaman yang baru berusia dua bulan terancam gugur.

Sementara, alternatif sumber air untuk tanaman tersebut tidak ada di dekatnya.

“Kami mengandalkan air hujan, ” terangnya.

BACA JUGA Berstatus Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah, Ketua Umum KONI Sumsel Tak Ditahan, Kejati Beri Penjelasan Begini

Para petani mengaku sangat rugi, karena kemarau yang cukup panjang di tambah teriknya matahari.

Kemarau tahun ini, ia nilai sangat buruk dampaknya. Karena tanaman yang menjadi sumber pendapatannya, justru musnah.

“Ini cuaca terburuk yang pernah kami alami. Cuaca terlalu panas, tanaman jagung tidak bisa bertahan, ” tandasnya.

Sementara itu, sejumlah petani di Desa Lubar memilih untuk menunda masa tanam sampai beralihnya cuaca dari kemarau ke musim hujan.

BACA JUGA Korban Tenggelam di Oku Timur Ditemukan, Tapi Nyawanya Sudah Lepas

“Kalau kito tanam sekarang ini, jagungnyo dak galak tumbuh subur. Andai tumbuhpun tumbuh, pastilah tanamannya kerdil,” ungkap Riel, petani jagung di Desa Lubar kemarin.

Menurutnya, Sejumlah petani Didesa lubar banyak yang memilih untuk tidak menanam jagung dimusim kemarau, jika dipaksakan dapat membuat petani merugi. “kito ini betanam bae sudah rugi, apolagi menanam tapi dak tumbuh,” pungkasnya (*)

Cara Mengatasi kekeringan lahan pertanian.

Ada beberapa cara untuk mengatasi kekeringan akibat kemarau yang cukup panjang pada 2023 ini. Cara ini sangat efektif untuk mengairi lahan pertanian, sehingga panen tidak terganggu.

1. Bangun embung

Embung sangat berguna untuk menyimpan pasokan air saat musim penghujan, dan bisa di gunakan saat kemarau menerjang.

Pembuatannya bisa di lakukan seca individu atau berkelompok. Namun sebaiknya berkelompok, agar bisa sama-sama mengurus embung tersebut, sehingga dapat berguna saat di butuhkan.

Namun untuk lebih hemat lagi, bisa juga mengusul pembangunan ke pemerintah desa atau kabupaten. Tentu ini akan lebih meringankan.

2. Membangun sumur bor

Pembuatan sumur bor sangat baik. Karena fungsinya selain untuk mengairi lahan pertanian, juga bisa di gunakan warga untuk memenuhi kebutuhan air harian.

Untuk mendapatkan air bersih dan jernih, upayakan kedalam sumur bor lebih dari 50 meter, namun jika di bawah batas tersebut sudah mendapatkan air bersih, itu lebih baik lagi.

3. Minimalisir penggunaan bahan kimia berbahaya

Bahan kimia kerap di gunakan untuk campuran pembuatan pupuk. Namun perlu di cermati penggunaan bahan kimia berbahaya dapat mengganggu tanah dalam menyimpan air.

Hal ini tentu sangat berdampak pada tanaman yang di tanam di lahan tersebut. Dan dampaknya akan semakin terasa saat musim kemarau tiba.

4.Reboisasi dan penghijauan

Kesuburan tanah dapat di lakukan dengan reboisasi atau penghijauan. Selain sangat baik untuk lingkungan, reboisasi juga bermanfaat untuk menjaga kesuburan tanah pertanian.

Proses tersebut dapat di lakukan sebelum kemarau tiba, karena proses ini memakan waktu yang tidak sebentar.

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di OKU SATU