Hukum & Kriminal

Pria Paruh Baya Tumbang Dibantai Teman, Polisi Dalami Motifnya

×

Pria Paruh Baya Tumbang Dibantai Teman, Polisi Dalami Motifnya

Sebarkan artikel ini

OKU SATU – Husen, pria paruh baya membuat geger warga dan pengunjung warung dì Kabupaten Lahat.

Pria berusia setengah abad lebih itu, terkapar di depan warung dengan luka robek serius akibat Senjata taj*m dì beberapa bagian.

Cairan merah membasahi lantai warung. Nyawanya lepas di lokasi dengan kondisi tubuh yang bikin kuduk bergidik.

Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Jumat 30 Mei 2025, pukul 13.00 wib.

Baca juga :

Cucu Durjana, Nenek Kena Stroke Diperkosa Juga

Kemarau dì Kabupaten OKU Tidak Merata, Pusdalops BPBD OKU : Masih Ada Hujan

Kronologis Penganiayaan

Siang itu, pikap Carry BD 9024 YD meluncur deras dari arah Bengkulu menuju Muaraenim.

Namun, laju kendaraan berhenti dì warung Kopi di Kelurahan Lebuay, Kecamatan Merapi Barat, Lahat.

Dua orang pria keluar dari ruang kemudi, salah satunya Husen. Namun, dari dalam mobil keduanya sudah cekcok mulut hingga ke dalam warung.

Ribut mulut dua pejantan itu tidak cukup sampai dì situ, pasalnya rekan seperjalanan Husen justru beraksi brutal.

Tanpa rasa iba, Husen dì bantai dengan senjata taj*m tanpa ampun.

Husen terkapar, pengunjung dan pemilik warung geger. Situasinya kacau, pelaku panik langsung kabur meninggalkan korban yang terkapar di lantai warung.

Baca juga :

Dendam Lamaran Ditolak, Si Cewek Disiram Air Keras, Pipi – Leher Melepuh

Jangan Kaget ! Kemensos Stop Bansos Bagi 1,8 Juta KPM

Pelaku Tertangkap

Sehari setelahnya, pada Sabtu 31 Mei 2025, pelaku tertangkap.

Pelaku yang belum dì ketahui identitasnya, di tangkap Polsek Merapi dan Polres Lahat dì Kabupaten Muaraenim.

“Sudah ditangkap, sekarang dì rawat di RS Rabain, Muara Enim, ” ujar Kapolsek Merapi Barat Iptu Chandra Kirana.

Pelaku menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, karena mengalami luka dì beberapa bagian tubuh.

“Pelaku juga terluka akibat pertikaian dì warung, ” katanya.

Sayangnya, Chandra belum membocorkan identitas pelaku, termasuk pemicu yang menjadi dasar keributan pada Jumat siang.

“Motif masih di dalam, tapi pelaku mengakui perbuatannya, ” tandasnya (13)

 

 

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News