Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Baturaja Strategi Pemerintahan dalam Penyaluran MBG di Kabupaten OKU
OKUSATU.id, Baturaja — Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Hukum Universitas Baturaja kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih.
Komitmen itu ditunjukkan melalui kegiatan akademik bertajuk “Strategi pemerintahan dalam penyaluran makan bergizi gratis di kabupaten oku.”
Kegiatan yang digelar daring melalui Zoom Meeting pada Senin (08/12) pukul 13.00 WIB.

Acara ini menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, yaitu Deddy Wijaya, SKM., M.kes., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan, yang diwakili Fitri Suryani SKM., M.KM., Ketua Tim Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Acara yang dipandu Tiara Novita Sari mahasiswa Ilmu Pemerintahan ini dibuka Yahnu Wiguno Sanyoto S.I.P., M.IP., selaku Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Baturaja.
Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berkontribusi secara optimal bagi kemajuan bangsa.
Kesehatan dan pola makan yang bergizi pada masa anak sekolah sangat menentukan perkembangan fisik dan kognitif anak.
“Pada gilirannya berdampak pada prestasi belajar dan produktivitas masa depan, ” ujar Yahnu Wiguno Sanyoto S.I.P., M.IP.
Dalam pemaparannya, Fitri Suryani menyampaikan, penyaluran makan bergizi gratis telah menyebar luas di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan memberikan dampak positif bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
“Khususnya dalam mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar siswa, ” ucapnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.
Program ini dirancang sebagai upaya pencegahan masalah gizi, seperti stunting dan kekurangan nutrisi, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Melalui program ini, pemerintah menyalurkan makanan sehat dan bergizi secara gratis kepada penerima manfaat, terutama siswa sekolah.
Makanan yang diberikan disesuaikan dengan standar gizi seimbang agar dapat menunjang kesehatan fisik, daya tahan tubuh, serta meningkatkan konsentrasi dan semangat belajar siswa di sekolah.
“Selain berdampak pada kesehatan anak, program Makan Bergizi Gratis juga diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi keluarga dan menciptakan pemerataan akses gizi di berbagai daerah, ” tuturnya.
Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan dan pengawasan yang baik, program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Dengan demikian, MBG menyasar dua aspek utama secara simultan:
Peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penggerakan ekonomi berbasis komunitas.
Program pemberian makanan bergizi di sekolah telah diimplementasikan secara luas di berbagai negara dengan hasil positif.
Pada tahun 2022, program serupa telah menjangkau hampir 418 juta anak di seluruh dunia. Ini menandakan pentingnya upaya global untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup demi masa depan yang lebih baik.
Dalam konteks Indonesia, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengambil pendekatan adaptif sesuai kondisi sosial-ekonomi dan budaya lokal.
Sasaran utama penerima adalah anak sekolah dasar dan menengah pertama, terutama yang berada di wilayah kurang berkembang dan rentan terhadap masalah gizi buruk.
Dengan melibatkan pemerintah daerah, sekolah, orang tua, serta pelaku UMKM sebagai mitra pelaksana, program ini diharapkan mampu memberikan dampak yang optimal bagi peningkatan kesehatan anak, keberlangsungan sekolah, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini merupakan wujud aktif Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Baturaja dalam mengembangkan kapasitas akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat, melalui program penyaluran Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif, Prodi Ilmu Pemerintahan mendorong mahasiswa serta masyarakat untuk memahami pentingnya pemenuhan gizi sebagai bagian dari kebijakan publik yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan demikian, Prodi Ilmu Pemerintahan turut mendukung efektivitas pelaksanaan program pemerintah serta memperkuat kesadaran kolektif mengenai peran negara, masyarakat, dan institusi pendidikan dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (*)












