OKU RAYA

Warga Binaan Rutan Baturaja Dzikir dan Muhasabah Berjamaah

×

Warga Binaan Rutan Baturaja Dzikir dan Muhasabah Berjamaah

Sebarkan artikel ini

Warga Binaan Rutan Baturaja Dzikir dan Muhasabah Berjamaah

OKUSATU.id – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari yang seringkali menimbulkan stres dan kekhawatiran, banyak orang mulai kembali ke dzikir sebagai cara untuk menemukan ketenangan hati.

Salah satunya warga binaan rumah tahanan Baturaja. Majelis ulama Indonesi (MUI) Kabupaten OKU melalui komisi hukum dan perundang-undangan melalukan dzikir dan muhasabah bersama, Rabu, 10 Desember 2025.

Dzikir dan muhasabah dipimpin oleh ust Husni Mubarok yang merupakan anggota Komisi Fatwa MUI OKU.

Dzikir yang dilaksanakan adalah Ratib Al-Hadad. Dzikir ini telah lama dikenal dan dijalankan oleh umat Muslim untuk mendapatkan kedamaian batin.

 

Baca juga :

Gas 3 KG Tak Bebas Dibeli, Perpres Sedang Dirampungkan

MUI OKU Ajak Mahasiswa Tetap Beradab di Media Sosial

 

Dzikir Ratib Al-Hadad sendiri merupakan kumpulan dzikir, doa, dan wirid yang disusun oleh Syeikh Muhammad bin Husein Al-Hadad.

Dzikir ini biasanya dijalankan secara bersama-sama, baik di masjid, rumah, maupun tempat perkumpulan lainnya, dengan irama yang tenang dan menenangkan.

“Semakin rutin mengikuti dzikir Ratib Al-Hadad maka perasaan cemas yang sering dirasakan mulai mereda. Ada rasa damai yang masuk ke dalam hati, sehingga nantinya bisa berpikir lebih jernih, ” ujar ust Husni Muraroq dihadapan warga binaan Rutan Baturaja.

Diterangkan ust Husni Mubarok, bahwa Ratib Al-Hadad tidak hanya sekadar mengucapkan kata-kata dzikir, tetapi juga mengandung makna mendalam tentang kesetiaan kepada Allah dan kesabaran menghadapi cobaan hidup.

 

Baca juga :

39 ASN  OKU Daftar Selter, Cek Daftarnya di Bawah

PPPK Paruh Waktu Dihapus Mulai 2026: Honorer Wajib Siap Mutasi dan Seleksi Ketat

 

“Kapanpun kita melakukan dzikir dengan ikhlas, Allah akan memberikan ketenangan kepada hati kita, ” katanya.

Dilanjutkan Husni Mubarak, banyak orang menyatakan bahwa dzikir ini bukan hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga cara untuk merawat kesehatan mental dan emosional.

“Mudah-mudahan setelah mengikuti dzikir dan muhasabah, hati warga binaan Rutan baturaja akan menjadi tenang dan sabar serta iklas menghadapi cobaannya, ” tukasnya. (15)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News