Wow.. Sekolah Daring dan Luring Per April 2026, Menko PMK Ungkap Penyebabnya
OKUSATU.ID – Pemerintah merencanakan pola pendidikan sekolah dengan metode daring dan luring. Kebijakan tersebut rencananya akan dimulai per April 2026.
Namun penerapannya disesuaikan dengan karakter pendidikan. Seperti pendidikan praktik tetap harus bertatap muka, sementara untuk materi teori dilakukan secara daring.
Rencana ini diungkap Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Rabu 18 Maret 2026.
Baca juga :
Bentrok Enam Pria Dewasa dì Lapo Tuak, Dua Pelaku Dìburu Polisi
Bupati OKU Tutup Safari Ramadan dengan Target Raih Adipura, Ajak Pasukan Kuning dan Guru Bekerjasama
Pratikno menyebut, kebijakan pendidikan daring dan luring yang akan diterapkan seusai libur lebaran, karena terkait upaya penghematan energi imbas kenaikan harga minyak dunia.
“Penerapan hemat energy ini juga akan diterapkan pada operasional gedung perkantoran serta sekolah, “ ujarnya dilansir antara.
Kebijakan efiensi yang akan diterapkan, dirumuskan dengan mempertimbangkan pengalaman pengaturan mobilitas saat covid 19 beberapa tahun silam.
Baca juga :
Bupati OKU H .Teddy Meilwansyah Imbau Umat Muslim Bayar Zakat melalui BAZNAS
Bikin Heboh! Belum Ditetapkan Pemerintah, Ponpes Al Falah Ploso Umumkan Lebaran 2026 Jatuh 20 Maret
Pratikno menyebut, ada lima strategi untuk menghemat energy (lihat grafis). Dan ini ditujukan untuk memastikan pelayanan public tetap berjalan optimal.
Untuk diketahui, harga minyak dunia naik USD 100 per barel, imbas perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran. (13)
Baca juga :
Jalur Mudik dì OKU Aman, Lubang Ditambal, Kecuali dì Titik Ini
Strategi Penghemat Energi
Pertama : penerapan skema kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN),
Kedua : penguatan pemanfaatan platform digital.
Ketiga : pembatasan mobilitas perjalanan dinas,
Keempat : hemat energi operasional gedung perkantoran.
Kelima : strategi pemerintah adalah adanya metode pembelajaran daring dan luring sesuai dengan mata pelajaran siswa.






