Hukum & Kriminal

Karyawan Mekar Dibegal, Rp 80 Juta Lenyap, Korbannya Dijebloskan ke Penjara

×

Karyawan Mekar Dibegal, Rp 80 Juta Lenyap, Korbannya Dijebloskan ke Penjara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi uang rupiah.
Ilustrasi uang rupiah.

Karyawan Mekar Dibegal, Rp 80 Juta Lenyap, Korbannya Dijebloskan ke Penjara

Empat Lawang – Tragedi mengerikan di alami seorang wanita muda di Kabupaten Empat Lawang, Sumsel.

R, wanita berusia 20 tahun menjadi korban begal. Karyawan Bank Mekar itu kehilangan uang Rp 80 juta, lantara di bawa kabur si Begal.

Aksi tersebut terjadi di Lr Sawah, Kelurahan Jaya Loka Kecamatan Tebing tinggi, Empat Lawang  pada Senin 5 Mei petang.

Korban begal mendadak jadi selebritis di media social, lantara aksi tersebut viral bukan main.

Apalagi, warga di kelurahan tersebut mendadak heboh  setelah mengetahui peristiwa tersebut.

 

Baca juga : Porprov – Peparprov 2025, Muba Pasang Target Juara Umum

Berkurban di Sumsel, Prabowo Siapkan 18 Ekor Sapi, Daerah Ini Dapat Lebih Banyak

Polisi Bongkar Kebohongan Pelaku

Tidak hanya warga yang beramai-ramai ke lokasi, polisi setempat juga merangsek ke lokasi.

Di lokasi, petugas memeriksa korban dan saksi di sekitar lokasi.

Namun, dari pemeriksaan terhadap korban, terbongkar kebohongan cerita pembegalan.

Pembegalan hanya cerita bohong yang di buat R bersama rekannya.

 

Baca jugaGas Metana OKU Timur Aman, DLH : Akan Cek Berkala

Buron Sejak Februari, Perampok di Jalinsum OKU Timur Dijebloskan ke Sel

 

Tujuannya, R dan tiga rekannya hendak menguasai uang perusahaan sebesar Rp 80 juta itu.

“Ketiganya sudah di tetapkan sebagai tersangka, “ ujar Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Azis, belum lama ini.

Selain R (20), tiga rekan korban satu profesi juga di tetapkan sebagai tersangka. Antar lain : DA (27), I (28) dan S (34).

 

Baca juga Janda 3 Bulan Diperkosa Bapak Kandung, Sange’ Saat Liat Anaknya Memberi ASI

Bocah 10 Tahun dì Kaur Bengkulu Lahirkan Anak, Bapak Kandung Pelakunya 

Ekonomi Picu Kenekatan Empat Pelaku

Masih kata Abdul Azis, empat pelaku nekat di picu masalah ekonomi yang menjerat mereka.

Hal ini berdasarkan pengakuan tersangka saat di interogasi petugas.

“Orang dalam juga ada keterlibatan, “ tuturnya. (13)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News