OKUSATU.id – Areal persawahan di Kecamatan Belitang III terdampak musibah banjir yang terjadi pada Kamis 8 Januari 2026. Sekitar 90 persen areal sawah yang tersebar di kecamatan itu terendam banjir..
Tanaman padi yang terendam terjangan luapan air sungai Muara Balak itu, rata-rata berusia 10 sampai 30 hari masa tanam. Bahkan ada juga yang baru sudah dipupuk dengan masa tanam 15 hari.
Padi yang berusia 15 hari itu, dinilai sangat baik pertumbuhannya. Namun, nilai tersebut kini tinggal kenangan lisan. Tanaman itu rusak tak bernilai.
BACA JUGA :
Listrik OKU – Lampung Berpotensi Terganggu, Suplai Batubara Terjegal Aturan Jalan
Jalan Mulus, Fuso Mulai Melenggang Syantik di Cor Beton Batukuning
Tanaman padi rusak bahkan mati. Kini ancaman gagal panen di depan mata. Sementara, petani baru saja melorotkan duit tak sedikit untuk tanaman tersebut.
“Kalau banjir tidak cepat surut, bisa habis semua, “ kata Marham, salah satu petani di desa tersebut.
Ia mengaku baru saja melakukan pemupukan tanaman padi. Usia tanaman padinya baru 15 hari, dan hidupnya bagus.
“Sekarang semua sawah kerendam, “ tuturnya dengan nada lesu.
Banjir di daerah itu bukan hal baru. Namun, solusi hingga kini belum juga datang. Sementara, setiap penghujan datang, petani dibayangi ketakutan.
“Tolong solusinya, “ harapnya.
BACA JUGA :
Nah Loh !… Oknum Anggota DPRD Dijemput Paksa Kejaksaan Usai Sidang
Panen Raya Hasilkan Tonan Jagung, Bupati OKU Selatan Beri Apresiasi
Sementara itu, Nanda salah satu pedagang beras di Pasar Baru Kelurahan Kemalaraja Kecamatan Baturaja Timur, OKU mengaku ketar-ketir dengan banjir yang terjadi di Belitang III.
“Sawah kerendam semua, entah cakmana ini, akan berdampak atau tidak di pedagang beras, “ katanya, Jumat 9 Januari 2026 saat berbincang dengan okusatu.id.
Menurutnya, jika panen benar-benar gagal, Bulog terpaksa mengeluarkan beras cadangan untuk memenuhi pasar, dan menjaga stabilitas harga.
“Mudah-mudahan stok terjaga, “ harapnya. (13)












