OKU RAYA

Baznas OKU Bidik 250 Masjid dì OKU Bentuk UPZ

×

Baznas OKU Bidik 250 Masjid dì OKU Bentuk UPZ

Sebarkan artikel ini

Baznas OKU Bidik 250 Masjid dì OKU Bentuk UPZ

OKU SATU – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten OKU bakal bekerja sama dengan dewan masjid Indonesia (DMI) Kabupaten OKU dalam pembentukan unit pengumpul zakat (UPZ) di masjid OKU yang belum tersebut UPZ.

Hal ini disebabkan karena masih banyak masjid di OKU yang belum terbentuk UPZ.

Sementara, sebagaimana aturan setiap lembaga pengumpul zakat, infaq dan sadaqah (ZIS) harus melalui lembaga resmi salah satunya UPZ.

Sebaiknya, lembaga yang menghimpun atau mengumpulkan ZIS tanpa lembaga resmi, maka hal itu tidak diperkenankan bisa dikatakan ilegal dari pandangan hukum.

Ini terungkap dalam podcast Ngoceh OKU SATU dengan ketua baznas OKU H Darman Syafei,i di sekretariat BAZNAS OKU belum lama ini.

 

Baca juga :  MBG, Bawa Sendok dan Minum dari Rumah

Terbukti Korupsi Dana Hibah Pilkada, Eks Ketua Bawaslu OKU Timur Dijebloskan ke Penjara 5 Tahun

150 Masjid dì OKU Bentuk UPZ

Dikatakan Darman, dari 400 an masjid di Kabupaten OKU, baru 150 masjid yang sudah terbentuk UPZ. Sedangkan sisanya atau 250 masjid lagi belum terbentuk UPZ.

Untuk itu, secara bertahap dan berkelanjutan 250 masjid akan menjadi target untuk segera dibentuk UPZ.

“Paling lambat tahun depan (2026,red) masjid di OKU sudah terbentuk UPZ, ” ucapnya.

Selain masjid, masih kata Darman , kantor pemerintahan, sekolah-sekolah dan masjid semuanya terbentuk UPZ.

Sehingga nama oku bisa terangkat secara bersama -sama.

“Untuk masa tugas UPZ lima tahun, tapi jika ada perubahan bisa di perbaiki meski belum lima tahun, ” tukasnya.

 

Baca juga : 22 Mei Terakhir SPMB SMA Negeri 4, Pastikan Tak Ada Jual Beli Kursi

Karena Ini, Kejari OKU Apresiasi Dukcapil OKU

Bentuk Laporan Baznas OKU

Dilanjutkan Darman, di Baznas secara laporan keuangan ada dua. Masing masing on balance dan off balance.

Artinya, on balance , uangnya di setor ke BAZNAS untuk selanjut di salurkan kepada yang berhak menerimanya.

Sementara off balance adalah, uangnya tidak disetorkan ke BAZNAS, tapi sebatas menyampaikan laporannya ke BAZNAS .

“Selanjutnya oleh UPZ bisa langsung di salurkan kepada yang berhak menerimanya, ” tutupnya.(Din)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News