Cabang – cabang Ilmu Tajwid
Persembahan Ust.Yasin
Jumat tanggal 24 September 2025 Ustadz yasin Penyuluh Agama Kecamatan Semidang Aji.
Membersamai Jamaah binaan desa Ulak Pandan Di kelompok Nurul Huda bertempat dimasjid H.Alamsyah Ratu Prawira Negara.
Peserta yang berjumlah tiga puluh Tujuh terdiri dari Ibu-ibu dan nenek-Nenek ini dimulai jam 08.00 sampai dengan jam 10.00. pengajian Rutin ini dibimbing Oleh datuk desa setempat yang Akrab disapa Haji Cik Ali.
Dalam ilmu tajwid, memahami hukum bacaan ghunnah merupakan salah satu aspek penting untuk menjaga keindahan dan ketepatan dalam membaca Al-Qur’an.
Khususnya pada nun tasydid dan mim tasydid, bacaan ini memerlukan perhatian khusus agar dengung yang dihasilkan sesuai dengan aturan yang benar, memberikan kesan mendalam dalam setiap lantunan ayat suci.
Berikut adalah penjelasan mengenai pengertian Ghunnah ( nun tasydid & mim tasydid) : Les Mengaji Privat dengan OKUsatu.
Kita ambil satu bait dari syair Hidayatussibyan tulisan Syeh Said Nabhan yang Fokus membicarakan Mim dan Nun Tasdid.
وْغُنَّةٌ قَدْاوَجَبُوْهَا اَبَدَا
فِى المِيْمِ وَالنُّوْنِ إِذَا مَاشُدِّدَا
Artinya: Wajib membaca dengung (Ghunnah) selamanya, ketika membaca huruf Mim dan Nun yang tersabdu/Bertasdid.
Pengertian Ghunnah
Ghunnah adalah suara dengung yang keluar dari rongga hidung, yang harus ditahan selama dua harakat (dua ketukan).
Ghunnah terjadi pada beberapa hukum tajwid, khususnya saat bertemu dengan nun tasydid (نّ) dan mim tasydid (مّ).
Hukum Bacaan Ghunnah pada Nun Tasydid
Ghunnah terjadi ketika ada huruf nun (ن) yang bertanda tasydid (نّ).
Bacaan ini mengharuskan adanya dengung selama dua harakat saat melafalkan nun tersebut.
Tasydid berarti penggandaan huruf, sehingga nun harus dibaca dengan dengungan yang jelas.
Contoh bacaan Nun Tasydid:
– إِنَّكَ (Inna-ka)
– أَنزَلْنَاهُ (Anzal-nahu)
– مَنَّا (Manna)
Pada kata-kata di atas, nun tasydid pada “إِنَّكَ”, “أَنزَلْنَاهُ”, dan “مَنَّا” dibaca dengan dengungan ghunnah yang harus terdengar selama dua harakat.
Hukum Bacaan Ghunnah pada Mim Tasydid
Ghunnah juga berlaku pada huruf mim (م) yang bertanda tasydid (مّ).
Saat bertemu dengan mim tasydid, bacaan juga diharuskan dengung selama dua harakat.
Contoh bacaan Mim Tasydid:
– أُمَّةٍ (Ummatin)
– ثُمَّ (Thumma)
– عَلَيْهِمْمَا (Alaihimma)
Pada kata-kata di atas, mim tasydid pada “أُمَّةٍ”, “ثُمَّ”, dan “عَلَيْهِمْمَا” dibaca dengan dengungan ghunnah yang jelas selama dua harakat.
Pentingnya Ghunnah dalam Membaca Al-Qur’an
Hukum bacaan ghunnah pada nun tasydid dan mim tasydid merupakan bagian penting dalam penerapan tajwid yang harus dipahami dengan baik.
Dengan memperhatikan aturan ghunnah, bacaan Al-Qur’an akan menjadi lebih jelas, indah, dan sesuai dengan kaidah yang benar.
Oleh karena itu, menguasai hukum ini tidak hanya meningkatkan keterampilan membaca, tetapi juga mendekatkan kita pada kesempurnaan dalam melafalkan kalam Ilahi.
Tertarik dengan artikel dalam tema ini silahkan konsultasikan dengan Pihak OKUsatu.
Ingin belajar mengaji dengan bimbingan yang lebih intensif dan personal? Bergabunglah dengan Les Mengaji Privat bersama OKUsatu.
Kami menawarkan program khusus untuk dewasa dengan pengajar yang berpengalaman dan metode yang efektif.
Jangan tunggu lagi, mulailah perjalanan spiritual Anda bersama kami. Daftar sekarang dan rasakan manfaatnya secara langsung! (*)



