Dampak Positif Bila Sholat Kita Benar
Persembahan Ust.Yasin
Malam jumat 16-10-2025 di Balai desa padang bindu Saat memberikan materi pentingnya mengerjakan sholat dengan baik sesuai tuntunan Agama, Ustadz Yasin,S.H.I.,M.Pd.
Sesekali menyampaikan himbauan Menteri agama dalam menyikapi maraknya judi online ahir-Ahir ini. Kebenaran dan kesesuaian waktu sholat ini Sejalan dengan QS An-nisa Ayat 103:
An-Nisa’ · Ayat 103
فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا ١٠٣
Arab Latin: fa idzâ qadlaitumush-shalâta fadzkurullâha qiyâmaw wa qu‘ûdaw wa ‘alâ junûbikum, fa idzathma’nantum fa aqîmush-shalâh, innash-shalâta kânat ‘alal-mu’minîna kitâbam mauqûtâ
Artinya: Apabila kamu telah menyelesaikan Sholat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring.
Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah Sholat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya Sholat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin.
Sementara yang disampaikan Menteri Agama RI (Menag) Prof Nasaruddin Umar mengungkapkan akan melibatkan sebanyak 5.940 Kantor Urusan Agama (KUA) dan 50 ribu penyuluh agama di seluruh Indonesia untuk mencegah dan mengeliminir judi online.
Ia mengatakan penyuluh agama tersebut terdiri baik dari Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.
Hal itu disampaikannya saat konferensi pers Capaian Desk Pemberantasan Judi Online di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta Pusat pada Kamis (21/11/2024).
“Kami melibatkan 5.940 kantor KUA. Seperti kita ketahui bahwa Kemenag memerintah sampai tingkat Kecamatan. 5.940 KUA,” kata Nasaruddin.
“Penyuluh kami diseluruh Indonesia itu ada 50 ribu. Terdiri atas penyuluh agama Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu,” lanjutnya.
Selain itu, kata dia, Kementerian Agama akan membuat khotbah seragam untuk disiarkan di seluruh masjid. Saat ini, kata dia, setidaknya terdapat memiliki 800 ribu masjid di Indonesia.
“Ditambah dengan musala, langgar, surau, madrasah. Itu lebih dari 1 juta rumah ibadah Islam ditambah rumah-rumah ibadah agama lain. Itu semuanya kita akan mendayagunakan dalam rangka memproteksi (masyarakat dari) judi online ini,” ujarnya.
Ia sangat yakin masyarakat akan memiliki kesadaran moral dan spiritual untuk menghindari judi online apabila langkah tersebut bekerja dengan baik.
Kementerian Agama, kata dia, juga telah berkomunikasi dengan Ormas islam di Indonesia. Ia mendorong agar judi online benar-benar ditegaskan sebagai sesuatu yang haram.
“Oleh karena itu melalui forum ini, kita semuanya mengimbau mari kita memproteksi jamaah binaan dan anak-anak kita, keluarga kita semuanya itu agar tidak terkontaminasi dengan judi online dengan bahaya yang sangat luar biasa. Di dunia kita akan melarat apalagi nanti di akhirat,” kata Nasaruddin.
Selanjutnya merujuk terjemahan QS An-nisa Ayat 103 diatas diperintahkan apabila Sholat khauf itu selesai dikerjakan dengan cara yang telah diterangkan itu, maka hendaklah pasukan Islam itu mengingat Allah terus-menerus dalam segala keadaan.
Lebih lagi mereka harus menyebut nama Allah pada saat mereka berada dalam ancaman musuh. Allah akan menolong mereka selama mereka menolong agama Allah.
Hendaklah mereka mengucapkan tahmid dan takbir ketika berdiri di medan pertempuran, atau ketika duduk memanah musuh atau ketika berbaring karena luka-luka.
Segala penderitaan lahir dan batin akan lenyap, jika jiwa sudah diisi penuh dengan zikir kepada Allah, oleh karenanya kaum Muslimin harus terus ingat dan berzikir kepada Allah baik dalam keadaan perang ataupun damai.
Orang beriman setiap saat berada di dalam perjuangan. Pada suatu saat dia berperang dengan musuh pada saat yang lain dia bertempur melawan hawa nafsunya.
Demikianlah berzikir mengingat Allah diperintahkan setiap saat karena dia mendidik jiwa, membersihkan rohani dan menanamkan kebesaran Allah ke dalam hati.
Bila peperangan nafsu Angkara sudah usai, ketakutan sudah lenyap dan hati sudah tenteram hendaklah dilakukan Sholat yang sempurna rukun dan syaratnya.
Karena Sholat adalah suatu kewajiban bagi orang mukmin dan mereka wajib memelihara waktunya yang sudah ditetapkan.
Paling kurang lima kali dalam sehari semalam umat Islam melakukan Sholat agar dia selalu ingat kepada Allah, sehingga meniadakan kemungkinan terjerumus ke dalam kejahatan dan kesesatan.
Bagi orang yang ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah, sehari semalam meluangkan waktu lima kali itu dipandang sedikit, maka dia menambah lagi dengan Sholat-Sholat sunah pada waktu-waktu yang telah ditentukan dalam agama.
Selain sebagai antisipasi atas kesalahan kita saat sholat maupun menyibukan hati dengan pemikiran yang berangan kepada hal-hal negative.
Sekaligus implementasi terjemahan teks ayat Al-qur’an pada QS Al-Ankabut ayat 45.
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ ٤٥
Artinya: Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah Sholat. Sesungguhnya Sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (Sholat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Ayat ini memerintahkan Umat Nabi Muhammad agar selalu membaca dan memahami Al-Qur’an yang telah diturunkan kepadanya untuk men-dekatkan diri kepada Allah.
Dengan memahami pesan-pesan Al-Qur’an, ia dapat memperbaiki dan membina dirinya sesuai dengan tuntutan Allah. Perintah ini juga ditujukan kepada seluruh kaum Muslimin.
Penghayatan terhadap kalam Ilahi yang terus dibaca akan mempengaruhi sikap, tingkah laku, dan budi pekerti orang yang membacanya.
Setelah memerintahkan membaca, mempelajari, dan melaksanakan ajaran-ajaran Al-Qur’an, maka Allah memerintahkan agar kaum Muslimin mengerjakan Sholat wajib, yaitu Sholat lima waktu.
Sholat hendaklah dikerjakan sesuai rukun dan syaratnya, serta penuh kekhusyukan. Sangat dianjurkan mengerjakan Sholat itu lengkap dengan sunah-sunahnya.
Jika dikerjakan dengan sempurna, maka Sholat dapat mencegah dan menghalangi orang yang mengerjakannya dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.
Mengerjakan Sholat adalah sebagai perwujudan dari keyakinan yang telah tertanam di dalam hati orang yang mengerjakannya, dan menjadi bukti bahwa ia meyakini bahwa dirinya sangat tergantung kepada Allah.
Oleh karena itu, ia berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sesuai bacaan surat al-Fātiḥah dalam Sholat.
“Tunjukkanlah kepada kami (wahai Allah) jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”
Doa itu selalu diingatnya, sehingga ia tidak berkeinginan sedikit pun untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan yang keji dan mungkar.
Beberapa ulama tafsir berpendapat bahwa yang memelihara orang yang mengerjakan Sholat dari perbuatan keji dan mungkar itu ialah Sholat itu sendiri.
Menurut mereka, Sholat itu memelihara seseorang selama orang itu memelihara Sholatnya, sebagaimana firman Allah:
حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ (البقرة
Artinya: Peliharalah semua Sholat dan Sholat wusṭā. Dan laksanakanlah (Sholat) karena Allah dengan khusyuk. (al-Baqarah/2: 238)
Rasulullah saw menerangkan keutamaan dan manfaat yang diperoleh orang yang mengerjakan Sholat serta kerugian dan siksaan yang akan menimpa orang yang tidak mengerjakannya, sebagaimana tersebut dalam hadis:
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنَّهُ ذَكَرَ الصَّلاَةَ يَوْمًا فَقَالَ: مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوْرًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَالمَ تَكُنْ لَهُ نُوْرًا وَلاَ بُرْهَانًا وَلاَ نَجَاةً وَكاَنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُوْنَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَاُبَيِّ بْنِ خَلَفَ. (رواه احمد والطبرانى عن عبد الله بن عمر
Artinya: Dari Nabi saw, bahwasanya ia pada suatu hari menyebut tentang Sholat, maka ia berkata, “Barang siapa yang memelihara Sholat, ia akan memperoleh cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari Kiamat, dan barang siapa yang tidak memeliharanya, ia tidak akan memperoleh cahaya, petunjuk, dan keselamatan. Dan ia pada hari Kiamat bersama Karun, Fir‘aun, Hāmān, dan Ubai bin Khalaf. (Riwayat Aḥmad dan aṭ-Ṭabrānī dari ‘Abdullāh bin ‘Umar)
Nabi saw menerangkan pula keadaan orang yang mengerjakan Sholat lima waktu dengan sungguh-sungguh, lengkap dengan rukun dan syaratnya, tetap pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Orang yang demikian, kata Nabi, seakan-akan dosanya dicuci lima kali sehari, sehingga tidak sedikit pun yang tertinggal. Rasulullah saw bersabda:
اَرَاَيْتُمْ لَوْ اَنَّ نَهَرًا بِبَابِ اَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقٰى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئٌ؟ قَالُوْا لاَيَبْقٰى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئٌ قَالَ فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللّٰهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا. (رواه الترمذي عن أبي هريرة)
“Bagaimanakah pendapatmu, andaikata ada sebuah sungai dekat pintu rumah salah seorang dari kamu, ia mandi di sungai itu lima kali setiap hari.
Adakah masih ada dakinya yang tinggal barang sedikit pun?” Para sahabat menjawab, “Tidak ada daki yang tertinggal barang sedikit pun.” Rasulullah bersabda, “Maka demikianlah perumpamaan Sholat yang lima waktu, dengan Sholat itu Allah akan menghapus semua kesalahannya.” (Riwayat at-Tirmiżī dari Abū Hurairah)
Demikianlah perumpamaan yang diberikan Rasulullah saw tentang ke-adaan orang yang mengerjakan Sholat lima waktu dengan sungguh-sungguh hanya karena Allah.
Dari ayat dan hadis Rasulullah yang telah disebutkan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ada tiga sasaran yang hendak dituju oleh orang yang mengerjakan Sholat, yaitu:
1) timbulnya keikhlasan;
2) timbulnya sifat takwa kepada Allah; dan
3) selalu mengingat Allah.
Sholat hendaknya bisa menimbulkan keikhlasan bagi orang yang menger-jakannya karena dikerjakan semata-mata karena Allah, untuk memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya.
Sebagai perwujudan dari ikhlas ini pada diri seseorang ialah timbulnya keinginan di dalam hatinya untuk mengerjakan segala sesuatu yang diridai Allah.
Bertakwa kepada Allah maksudnya ialah timbulnya keinginan bagi orang yang mengerjakan Sholat itu untuk melaksanakan semua yang diperintahkan Allah dan menjauhi semua yang dilarang-Nya.
Dengan Sholat seseorang juga akan selalu mengingat Allah, karena dalam bacaan Sholat itu terdapat ucapan-ucapan tasbih, tahmid, dan takbir.
Ia juga dapat merasakan keagungan dan kebesaran Allah. Allah mengancam orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat dengan azab neraka.
Allah juga mengancam orang-orang yang mengerjakan Sholat karena ria dan orang-orang yang lalai dalam mengerjakannya. Allah berfirman:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ ٤ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ ٥ الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ ٦ وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ ࣖ ٧ (الماعون) (4
Maka celakalah orang yang Sholat, (5) (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap Sholatnya, (6) yang berbuat ria, (7) dan enggan (memberikan) bantuan. (al-Mā’ūn/107: 4-7)
Senada dengan ayat di atas, Rasulullah saw bersabda:
مَنْ صَلَّى صَلاَةً لمَ ْتَنْهَهُ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لمَ ْيَزْدَدْ بِهَا مِنَ اللّٰهِ اِلاَّ بُعْدًا. (رواه ابن جرير عن اسماعيل بن مسلم بن الحسن
Barang siapa yang telah mengerjakan Sholat, tetapi Sholatnya tidak dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar, maka Sholatnya itu tidak akan menambah sedikit pun (kepadanya), kecuali ia bertambah jauh dari Allah. (Riwayat Ibnu Jarīr dari Ismā’īl bin Muslim bin al-Ḥasan)
Selanjutnya ayat ini menerangkan bahwa mengingat Allah itu adalah lebih besar. Maksud pernyataan ini ialah Sholat merupakan ibadah yang paling utama dibanding dengan ibadah-ibadah yang lain.
Oleh karena itu, hendaklah setiap kaum Muslimin mengerjakannya dengan sungguh-sungguh dan benar.
Dengan perkataan lain bahwa kalimat ini menegaskan kembali kalimat sebelumnya yang memerintahkan kaum Muslimin mengerjakan Sholat dan menerangkan hikmah mengerjakannya.
Ibnu ‘Abbas dan Mujāhid menafsirkan kalimat “wa lażikrullāh akbar” (mengingat Allah itu adalah lebih besar) dengan penjelasan Rasulullah bahwa Allah mengingat para hamba-Nya lebih banyak dibandingkan dengan mereka mengingat-Nya dengan cara menaati-Nya. Nabi saw bersabda:
فَذِكْرُ اللّٰهِ اِيَّاكُمْ اَكْبَرُ مِنْ ذِكْرِكُمْ اِيَّاهُ (رواه البيهقي)
Allah lebih banyak mengingatmu daripada kamu mengingat-Nya. (Riwayat al-Baihaqī)
Hal ini sesuai dengan hadis qudsi Nabi saw:
مَنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِيْ نَفْسِيْ وَمَنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِيْ مَلاَءٍ هُمْ خَيْرٌ مِنْهُمْ. (رواه البخاري عن أبي هريرة
Barang siapa yang mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, dan siapa yang mengingat-Ku bersama-sama dengan suatu jamaah tentu Aku akan mengingatnya dalam kelompok yang lebih bagus daripada mereka. (Riwayat al-Bukhārī dari Abū Hurairah) (*)










