Opini

Hikmah Tema Literasi AL-QUR’AN Dalam PAI AWARD

×

Hikmah Tema Literasi AL-QUR’AN Dalam PAI AWARD

Sebarkan artikel ini
INTI BUDAYA LITERASI
Persembahan Ust. Ahmad Yasin,S.H.I.,M.Pd. DOSEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNBARA, PENGURUS NU DAN PENYULUH AGAMA ISLAM OKU

Hikmah Tema Literasi AL-QUR’AN Dalam PAI AWARD

Persembahan. Ust.Yasin.
Ketua dua IPARI OKU

Perbedaan merupakan hukum alam (sunnatullah) yang harus disikapi secara bijaksana. Sebab jika tidak, ia akan dapat menimbulkan kerusakan dan kehancuran manusia sendiri.

”Jangan sampai menjadi sebuah perbedaan yang tercela (al-madzmum) seperti di contohkan Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya,” kata A Slamet Ibnu Syam, Wakil Katib Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Syria, di Damaskus, Selasa (5/3).

Perbedaan tersebut akan sangat mengusik ketika sudah menyentuh hal-hal yang bertalian dengan religiusitas yang syarat dengan kesucian.

Dalam Islam, demikian Slamet Ibnu Syam, Rasulullah SAW merupakan referensi utama dalam menyelesaikan problematika umat Islam saat itu.

Kita simak ayat yang memaklumi adanya perbedaan sebagai sunnatulloh di QS. Al-Hujurat · Ayat 13

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ۝١٣

yâ ayyuhan-nâsu innâ khalaqnâkum min dzakariw wa untsâ wa ja‘alnâkum syu‘ûbaw wa qabâ’ila lita‘ârafû, inna akramakum ‘indallâhi atqâkum, innallâha ‘alîmun khabîr

Artinya: Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan.

Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.

Memang Allah menciptakan perbedaan agar kita saling mengenal satu sama lain. Karena kalau semuanya sama, kita tidak akan mengenali yang lainnya.

Perbedaan adalah sunnatullah yang harus kita jaga dan kita syukuri. Dengan adanya perbedaan tersebut semakin berkembang berbagai pemikiran dan gagasan ilmu pengetahuan.

Akan tetapi, ada beberapa perbedaan yang akan menimbulkan perpecahan. Perbedaan yang akan menimbulkan perpecahan adalah perbedaan usul atau dasar keyakinan, dan perbedaan perilaku kebaikan dan keburukan.

Seorang ulama sufi ternama di masanya, yaitu Syekh Yahya bin Mu’adz ar-Razi memperbincangkan perbedaan yang akan menimbulkan perpecahan.

Rincian Syekh Yahya bin Mu’adz ar-Razi diabadikan oleh Ibnu Khamis, dalam karyanya Munakib al-Abrar wa Muhasini al-Ahyar fi Tabaqat as-Sufiyyah.

Adapun redaksi rinciannya sebagai berikut: Perlindungan Lingkungan yang Tidak Dapat Dihindari Persyaratan Layanan:

Layanan Pelanggan dan Layanan Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan Artinya: Perbedaan seluruh manusia kembali kepada tiga prinsip.

Dan masing-masing mempunyai kebalikannya. Maka barang siapa yang lepas darinya, maka ia terjatuh ke dalam kebalikannya, tauhid dan lawannya adalah syirik, sunah dan lawannya adalah bid’ah, dan ketaatan dan lawannya adalah kemaksiatan . (Ibnu Khamis, Munakib al-Abrar wa Muhasini al-Ahyar fi Tabaqat as-Sufiyyah   [Abu Dhabi, Dar Al-Baroudi:2006] Juz 1, halaman: 287)

Penjelasan atau rincian yang telah dikemukakan oleh Syekh Yahya bin Mu’adz ar-Razi di atas, memberi arahan dan informasi kepada kita, supaya tidak mengklasifikasikan orang-orang yang berbeda atau menyalahi apa yang telah menjadi kesepakatan.

Adapun rincian tersebut ada kebalikannya, yakni ada yang benar dan ada yang salah. Berikut penjelasannya:

Pertama , tauhid dan lawannya adalah syirik.

Perbedaan ini adalah perbedaan yang paling mendasar karena berhubungan dengan kepercayaan atau keyakinan.

Bertauhid adalah menuhankan Allah, sedangkan syirik adalah menyekutukan Allah.

Akan tetapi walaupun kita berbeda pendapat tentang keyakinan kita tetap dianjurkan untuk saling menghargai agar terciptanya tatanan kehidupan yang damai dan tentram diantara para pemeluk agama.

Kedua , sunah dan lawannya adalah bid’ah.

Perbedaan ini berhubungan dengan tatacara atau konsep dalam menjalankan ibadah.

Orang yang mengikuti sunnah dalam menjalankan ibadah, mereka menyesuaikan dengan tuntunan atau ajaran yang telah ditetapkan oleh syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan pelaku bid’ah dalam menjalankan ibadah mereka membuat hal yang baru yang tidak sesuai dengan Sunnah Nabi.

Pelaku bid’ah berada dalam kesesatan karena mereka tidak mengikuti aturan-aturan syariat yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

Pembicaraan tentang pengertian bid’ah kita kupas dilain tema.
Ketiga , ketaatan dan lawannya adalah kemaksiatan.

Perbedaan ini, berhubungan dengan pengabdian kepada Allah. Orang yang taat berusaha untuk tetap berada di jalan yang benar.

Dalam artian mereka berusaha menjalankan perintah dan menghindari larangan.

Sebaliknya orang yang suka melakukan kemaksiatan mereka melalaikan dan melanggar aturan-aturan syariat, dan mereka gemar mengerjakan berbagai larangan.

Selain itu, beberapa masalah tidak dijelaskan secara tegas di dalam teks suci.

”Zaman terus berkembang, dan bermacam-macam pula masalah umat manusia di dunia ini. Sedangkan seperti kita ketahui dan sadari pengetahuan kita terhadap memahami teks suci selalu dihadapkan oleh kemampuan kita yang terbatas,” katanya.

Perbedaan juga dapat karena teks itu sendiri, baik karena terdapat kata yang musytarak atau mempunyai lebih dari satu makna, perbedaan qira’at atau cara baca, atau perbedaan yang muncul berkaitan dengan kaidah-kaidah kebahasaan. Atau terjadi karena perbedaan interpretasi.

“Varietas pemahaman adalah sebuah hal yang wajar. Sebab, seperti diketahui bahwa tabiat akal manusia adalah berbeda-beda di dalam pemahaman,” kata Ahmad Yasin yang juga Mahasiswa Pasca-Sarjana Universitas Islam Negeri Raden Fatah tiga tahun silam.

”Dimana dan kapan pun kita kita pasti akan menemukan perbedaan, kontradiksi, atau perselisihan. Itu tidak masalah jika dihadapi dengan lapang dada. Jika perbedaan disikapi dengan penuh bijaksana, maka akan menjadi sebuah kesatuan yang sinergis nan indah,” katanya optimis. (*)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News