“Sepi ing pamrih rame ing gawe”
(sepi dalam berharap dan semangat atau ramai dalam bekerja).
Dengan pekerjaan seperti inilah yang akan melahirkan peradaban manusia yang beradab dalam menata kemajuan organisasi dan bangsanya.
Lalu bagaimana bila seorang yang beribadah atau melakukan suatu amalan dengan motivasi selain hal di atas?
Semisal orang beribadah, berkarya dan berupaya dengan harapan akan dipuji dan dianggap orang lain sebagai orang yang taat, mencari ilmu dengan harapan akan dihormati orang lain sebagai orang yang alim, bersedekah dengan harapan akan mendapatkan suara banyak dalam pemilihan lurah, kepala daerah atau wakil rakyat.
Masih menurut Syekh Nawawi bahwa yang demikian itu termasuk sikap riya yang tercela, bukan ikhlas. Beliau menegaskan:
وما عدا ذلك رياء مذموم
Artinya: “Selain ketiga motivasi di atas adalah riya yang tercela.”
Wallohu a’lam bimurodih….