Insentif Ratusan Guru Ngaji Macet, Konon Sudah Empat Bulan
Baturaja Timur – Sebanyak 23O guru ngaji yang tersebar di 54 TPA di wilayah ring 1 PT Semen Baturaja resah. Pasalnya, insentif mereka selama 4 bulan (September -Desember ) 2024 belum dibayarkan. Sementara tahun 2024 akan segera berakhir.
“Ada apa ini, empat bulan insentif kami belum dibayarkan, ” kata salah satu guru ngaji penerima insentif dari PT semen Baturaja kepada jurnalis okusatu.id.
Menurutnya, insentif tersebut sangat dinanti-nanti oleh ratusan guru ngaji di 54 TPA wilayah ring 1 PT Semen Baturaja.
“Kalau beginikan kacau, pemberitahuan tidak ada, ” kesalnya.
Dikatakannya, insentif guru ngaji ring 1 PT semen Baturaja bersumber dari zakat, infaq dan sadaqoh (ZIS) karyawan PT semen Baturaja.
Dana ZIS tersebut, masih katanya disalurkan dan dikelola oleh Baznas Sumsel.
“Salah satunya untuk insentif guru ngaji di ring 1 PT Semen Baturaja,”terangnya.
Nominal insentif yang diberikan kepada guru ngaji ring 1 PT Semen Baturaja, lanjutnya sebesar Rp.200 ribu/orang /bulan.
“Totalnya Rp 800 ribu selama 4 bulan insentif kami yang nda jelas kapan kami terima. Atau nunggu dulu kami demo baru akan dicairkan, “ancamnya.
Sementara, Khairi, salah satu pimpinan Baznas OKU dikonfirmasi mengakui jika insentif guru ngaji di wilayah ring 1 PT semen Baturaja belum dibayarkan selama 4 bulan, atau September -Desember 2024.
Kendati demikian ia tidak bisa berbuat banyak, lantaran pengelolaannya oleh
Baznas Sumsel.
“Itu wilayah Baznas Sumsel yang berhak menjalankan apa sebabnya insentif guru ngaji sampai macet 4 bulan, “elaknya.
Seyognya, lanjut Khairi , pengelolaan ZIS karyawan PT semen Baturaja dilakukan Baznas OKU. Sebab, lokasi perusahaan di wilayah Kabupaten OKU.
Pun dengan karyawan juga sudah dipidah ke OKU, tapi entah kenapa ZIS dikelola Baznas Sumsel.
“Coba nanti kita koordinasikan sama Baznas Sumsel terkait macetnya insentif guru ngaji di ring 1 PT semen Baturaja selama empat bulan, ” tukasnya. (15)












