HeadlineOKU RAYASumsel

Jalan Rusak serta Berlubang di Sosoh Buay Rayap Bikin Pengendara dan Warga Kesal

×

Jalan Rusak serta Berlubang di Sosoh Buay Rayap Bikin Pengendara dan Warga Kesal

Sebarkan artikel ini
Salah satu titik jalan yang rusak di dekat gerbang masuk tran Rantau Kumpai. Kerusakan tersebut hanya sebagian kecil, sebab semakin kedalam, kerusakan jalan makin banyak. FOTO MUSTOFA / OKU SATU.

Jalan Rusak serta Berlubang Bikin Pengendara dan Warga Kesal

Sosoh Buay Rayap – Riska dongkol bukan kepalang. Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Desa Tungku Jaya Kecamatan Sosoh Buay Rayap ini, dibuat kesal dengan kondisi jalan rusak.

Ia terpaksa mampir ke rumah salah satu warga yang dikenalnya di dekat gerbang masuk, untuk membilas ujung celana panjangnya yang terciprat lumpur basah.

Hal ini bukan kali pertama dialaminya. Namun hampir setiap kali di musim penghujan.

BACA JUGA Dana Desa Tahap 2 Siap Digelontorkan, Se OKU Raya Segini Totalnya

“Kapan nian jalan ke arah tran Rantau Kumpai nak dibenari, ” gerutunya kepada oku satu.

“Di daerah lain, caknyo banyak jalan yang dibagusi, tapi entah ngapo perbaikan belum sampai ke jalan poros tran, ” ungkapnya.

Kerusakan, ujar ibu beranak 2 ini sudah terlihat mulai dari masuk gapura tran Rantau Kumpai. Kerusakan, lanjutnya terus terlihat hingga ke wisata bendali.

BACA JUGA Tertipu Pengganda Uang, Warga Belitang Rugi Puluhan Juta

“Ada berlubang, ada yang permukaan aspalnya sudah berubah jadi batuan tajam. Lengkaplah pokoknya. Cobalah masuk ke sana, ” tuturnya.

Perempuan berusia 28 tahun ini sampai lupa, kapan terakhir jalan tersebut diperbaiki. Namun yang ia tahu, kerusakan terus bertambah.

“Kalau kemarau debunya luar biasa kak, ” tambahnya.

 

BACA JUGA Disambar Petir, Lalulintas di Air Paoh Amburadul, Tak Ada Petugas yang Jaga

Senada diungkap Joko, warga pendatang di tran tersebut. Menurutnya sejak pertamakali menikah dengan istrinya warga Desa Mekarjaya, hingga saat ini ia tak pernah merasakan jalan mulus.

“Beruntungnya motor besar, jadi kerusakan badan jalan tidak terlalu terasa, ” jelasnya.

Kendati demikian, saat hujan datang ia baru merasakan repotnya melintasi jalan yang berisi genangan air.

“Mungkin dak jalan ini dibenari ? karena sepuluh tahun lebih tinggal di sini, jalan dak pernah dibagusi. Lelah juga kami pak, ” katanya. (ofa)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News