HeadlineSumsel

Jerit 57 Detik dari Kamboja: WNI Asal Sumsel Diduga Disiksa, Pemprov Bergerak Cepat

×

Jerit 57 Detik dari Kamboja: WNI Asal Sumsel Diduga Disiksa, Pemprov Bergerak Cepat

Sebarkan artikel ini
WNI asal sumsel yang viral Di Kemboja
WNI asal sumsel yang viral Di Kemboja

Jerit 57 Detik dari Kamboja: WNI Asal Sumsel Diduga Disiksa, Pemprov Bergerak Cepat

 

Viral WNI asal Sumsel disiksa di Kamboja mengguncang jagat maya setelah video berdurasi 57 detik memperlihatkan belasan pemuda asal Palembang memohon bantuan untuk dipulangkan. Kasus WNI Sumsel di Kamboja ini langsung memicu langkah cepat pemerintah daerah demi memastikan keselamatan para korban.

 

Rekaman singkat itu menyebar luas di media sosial. Dalam video tersebut, para pemuda mengaku mengalami tekanan dan perlakuan kasar selama berada di luar negeri.

 

Gubernur Sumsel Tegaskan Penyelamatan WNI Asal Sumsel di Kamboja Jadi Prioritas

 

Gubernur Sumatera Selatan menegaskan bahwa keselamatan para WNI asal Sumsel di Kamboja menjadi fokus utama pemerintah. Ia menyatakan penyelamatan harus diutamakan sebelum membahas aspek hukum keberangkatan.

 

Pemerintah daerah, kata dia, tidak akan membiarkan warganya menghadapi ancaman tanpa perlindungan. Upaya koordinasi terus dilakukan agar proses pemulangan berjalan cepat.

 

Aparat dan Disnaker Telusuri Dugaan Perekrutan Ilegal

 

Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Selatan kini menelusuri identitas dan data korban. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pendampingan berjalan efektif.

 

Aparat kepolisian daerah juga bergerak mengusut dugaan jaringan perekrut ilegal. Penelusuran difokuskan pada pihak yang diduga menjanjikan pekerjaan dengan iming-iming gaji besar.

 

Pemerintah ingin memastikan kasus WNI Sumsel di Kamboja tidak berhenti pada penyelamatan semata. Penegakan hukum terhadap pihak yang terlibat tetap menjadi bagian penting dari proses ini.

 

Dugaan Perdagangan Orang dalam Kasus WNI Sumsel di Kamboja

 

Informasi awal menyebut para korban tergiur tawaran kerja bergaji tinggi di luar negeri. Janji penghasilan besar membuat mereka berangkat tanpa mengecek legalitas perusahaan perekrut.

 

Setibanya di negara tujuan, kondisi justru berbalik. Para WNI asal Sumsel diduga mengalami tekanan, intimidasi, bahkan kekerasan.

 

Modus seperti ini sering muncul dalam praktik perdagangan orang. Korban dijanjikan pekerjaan layak, tetapi akhirnya terjebak dalam situasi yang tidak manusiawi.

 

Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran kerja luar negeri. Pastikan proses keberangkatan melalui jalur resmi sesuai aturan hukum.

Imbauan Waspada Tawaran Kerja Luar Negeri Ilegal

 

Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kasus viral WNI asal Sumsel disiksa di Kamboja. Koordinasi lintas instansi dilakukan agar proses pemulangan segera terealisasi.

 

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah percaya pada iming-iming upah tinggi tanpa kepastian hukum.

 

Edukasi tentang prosedur kerja resmi di luar negeri menjadi langkah penting untuk mencegah kasus serupa.

 

Kasus viral WNI asal Sumsel disiksa di Kamboja menjadi peringatan serius bagi semua pihak.

 

Upaya penyelamatan WNI asal Sumsel di Kamboja kini menjadi fokus utama hingga para korban benar-benar kembali dengan selamat. ***

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News