OKU RAYATradisi

Lebaran Ketupat di OKU Masih Dilestarikan Transmigran Batumarta

×

Lebaran Ketupat di OKU Masih Dilestarikan Transmigran Batumarta

Sebarkan artikel ini

Lebaran Ketupat di OKU Masih Di lestarikan Transmigran Batumarta

Lubuk Raja – Lebaran ketupat adalah tradisi yang dì selenggarakan pada hari ke delapan di bulan Syawal.

Tradisi umat Islam asal Pulau Jawa ini, hingga era milenial saat ini masih dì lestarikan dì Kecamatan Lubuk Raja.

 

Baca juga :

Warga OKU Mendadak Heboh, Pelajar SD Lenyap di Sungai Wall

Tradisi lebaran kupat dì selenggarakan hanya di bulan Syawal, setelah hari raya Idul Fitri dan setelah menyelesaikan puasa Sunnah Syawal enam hari.

Pelestari tradisi tersebut adalah transmigran Batumarta Desa Martajaya Kecamatan Lubuk Raja

“Penyelenggaraanya dì Masjid At Taubah dan empat musholah, ” ujar Kepala Dusun Sidorejo, Yandri Putra Pratama kepada OKUSATU.ID, Minggu 6 April 2025.

 

Baca juga :

Objek Wisata Pali Wajib Dikunjungi, Masjid Tiga Kebudayaan Luar

 

Sebutan Lain Lebaran Kupat

Untuk di ketahui, tradisi lebaran kupat dì sebut juga bodo ketupat.

Bodo ketupat, jelas Yandri, tradisi masyarakat yang menyampaikan rasa syukur setelah berpuasa Syawal selama enam setelah puasa Ramadhan.

“Semoga seluruh rangkaian ibadah yang di laksanakan dari bulan Syawal di terima oleh Allah SWT, ” harapnya.

 

Baca juga :

Viral! Jenazah Diangkut Pakai Pikup Gegara Ambulan Mogok

Lebaran Ketupat Diisi Doa dan Makan Bersama

Lebaran kupat dì Batumarta dì gelar setelah sholat Isya.

Beberapa kegiatan yang dì lakukan antara lain doa bersama dan makan bersama.

“Menjelang lebaran kupat warga sibuk menyiapkan makanan, ” jelas Slamet warga setempat.

 

Baca juga :

Cuaca Sumsel 6 April Diwarnai Hujan Petir, Kecuali Wilayah Ini

Menu masakan untuk menyemarakkan lebaran kupat, sama dengan menu masakan dì hari raya Idul Fitri.

Menu yang di siapkan warga antara lain : Ketupat, lontong, dan opor ayam yang menjadi lauk pauk kupat atau lontong tersebut.

 

Baca juga :

Digeret Longsor, Sembilan KK dì Muba Kosongkan Rumah

 

Sajian kuliner ini dì bawa ke masjid atau musholah, untuk nantinya dì santap bersama usai doa.

“Setiap lebaran Ketupat warga pasti sibuk menyiapkan menu, ” tandasnya (unt)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News