Khazanah Islam

Menjaga Kelestarian Alam adalah Perintah Agama

×

Menjaga Kelestarian Alam adalah Perintah Agama

Sebarkan artikel ini

Menjaga Kelestarian Alam adalah Perintah Agama

Persembahan Ust.Yasin

Sabtu,13 desember 2025 setelah pembagian rapot di sekolah anak yang sedang duduk dibangku SD (Said AqilAL-Munawar) sekitar jam 10.30 ustadz Yasin mengajak anak dan istri mengunjungi situs goa Putri dan Musium Goa Harimau atau museum Harimau.

Tujuan ajakan ini selain untuk refresing untuk memberikan didikan pada putra kesanyangan agar kelak bisa mencintai dan menyayangi semua makhluk ciptaan sang kholik (ALLAH SWT) mencintai budaya tempat dia tinggal.

Menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal, serta mengenalkan begitu pentingya ilmu dalam segala bidang. Terutama ilmu sejarah dan seni, ilmu sejarah mempelajari tentang masa lalu dan bagaimana masa lalu mempengaruhi masa kini.

Sejarah juga mempelajari tentang perubahan dan perkembangan masyarakat dan budaya manusia. Menilik isi goa dan museum disana menonjolkan disiplin ilmu sejarah dan seni, ilmu sejarah secara singkat sudah penulis sertakan kioni sedikit jenis ilmu seni yang hampir sering diabaikan antara lain:

Lukisan: Seni lukis adalah seni menciptakan gambar atau desain menggunakan cat dan kuas pada permukaan datar, seperti kanvas atau kertas. Sebagian berpandangan bahwa aplikasi ilmu ini merupakan hal isa-sia karna ilmu ini sekarang sudah tergerus dengan canggihnya tekkhnologi.

Padahal Ahli seni memiliki sudut-sudut rahasia dalam menikmati seni tanagn dan media. Didalam goa say perkenalkan batu yang menggambarkan butiran padi selain sebagai buah ktukan juga ada nilai keindahan alam dalam menggambarkan banykanya sudut pandang indah bukan hanya dari warna.

Patung: Seni patung adalah seni menciptakan bentuk tiga dimensi menggunakan bahan-bahan seperti batu, kayu, logam, atau tanah liat. Pada posisi ilmu ini juga jarang diminati karna disebebkan pengetahuan yang otodidak.

Tanpa penjelasan dan memiliki guru dalam menerimanya. Sehingga muncul interpretasi dari penafsiran Qur’an dan hadits yang seolah melaknat disiplin ilmu ini. Dengan dali Toghut atau berhala dan lain sebagainya.

Sehubungan dengan seni patung ini dalam goa putri terlihat jelas gambaran seorang ibu dan anak yang membatu. Barang itu juga bisa kita tiru, tapi nilai alamiahnya tak mungkin menyamainya.

Musik: Seni musik adalah seni menciptakan suara yang indah dan harmonis. Musik dapat dibuat dengan menggunakan berbagai alat musik, seperti gitar, piano, drum atau Rebana. Insan yang salah menafsiri dasar agama juga akan mengatakkan itu tindakan sia-sia dan bahkan maksiat. Karna memiliki anggapan bahwa bermusik adalah bermaksiat.

Pendapat ini juga didasari karna keterbatasan pengetahuan dan karna mempelajari Agama Otodikdak. Sekali lagi jangan belajar agama tanpa guru. Karna dengan guru saja kadang tersesat apalagi tanpa guru. Dengan percikan air yang ada disetiap sudut goa menambah ketenangan jiwa yang memiliki kepekaan seni suara tentunya.

Tari: Seni tari adalah seni gerakan tubuh yang ritmis dan ekspresif. Tari dapat digunakan untuk menceritakan sebuah cerita, menyampaikan emosi, atau sekadar untuk hiburan.

Lebih dari ini seni tari juga bisa membawa kita menjaga kebugaran atau yang sering kita sebut sebagai senam Jasmani.dalam goa seni ini jaga tergambarkan dengan lekuk-lekuk dinding dan dataran serta atap goa.

Teater: Seni teater adalah seni pertunjukan yang menampilkan cerita atau drama di atas panggung. Teater dapat berupa drama, komedi, tragedi, atau musikal. Kembali pada kesalahan dalam memaknai seni teater juga akan membawa pemilik agama otodigdak tadi adalah maksiat, maksiat dan sia-sia.

Mereka gak menyadari bahwa Seni merupakan bagian penting dari kehidupan manusia. Seni dapat membantu kita untuk mengekspresikan diri, berkomunikasi dengan orang lain, memahami dunia di sekitar kita, dan membuat hidup lebih indah.

Dengan alasan inilah begitu anak selesai menerima Rapot, langsung saya ajak liburan sekaligus belajar dua disiplin ilmu diatas minimalnya. Goa Putri tidak hanya menyuguhkan panorama alam, tetapi juga sarat dengan legenda masyarakat Ogan Komering Ulu.

Menurut kisah yang berkembang, goa ini diyakini sebagai tempat tinggal Putri Dayang Merindu, seorang tokoh mitologi lokal yang dikutuk menjadi batu akibat perbuatannya.

Legenda tersebut semakin memperkuat daya tarik Pesona Goa Putri Ogan Komering Ulu, karena menambah nuansa mistis sekaligus historis bagi para pengunjung sekaligus berperan serta dalam menjaga kelestarian Lingkungan Alam.

Menjaga lingkungan hidup merupakan kewajiban setiap manusia, dan dalam Islam, hal ini bukan sekadar etika sosial tetapi amanah yang harus dipenuhi sebagai bentuk ibadah. Perintah menjaga alam dan lingkungan telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW.

Alam adalah ciptaan Allah SWT yang harus dijaga keseimbangannya agar kehidupan manusia dan makhluk lain tetap lestari. Diantaranya ayat  yang menegaskan perintah dan kewajiban menjaga lingkungan, adalah berikut ini :

Surat Al-Ma’idah Ayat 32

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

Arab-Latin: Min ajli żālika katabnā ‘alā banī isrā`īla annahụ mang qatala nafsam bigairi nafsin au fasādin fil-arḍi fa ka`annamā qatalan-nāsa jamī’ā, wa man aḥyāhā fa ka`annamā aḥyan-nāsa jamī’ā, wa laqad jā`at-hum rusulunā bil-bayyināti ṡumma inna kaṡīram min-hum ba’da żālika fil-arḍi lamusrifụn

Artinya: Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.

Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

Adapun haditsnya sebagai berikut (Hadits Menjaga Lingkungan Berpahala Sedekah)

Rasulullah SAW bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

Artinya: “Tidaklah seorang muslim pun yang bercocok tanam atau menanam satu tanaman, lalu tanaman itu dimakan oleh burung, atau manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya.” (HR Bukhari)

Kembali kecerita goa putri, Cerita rakyat yang melekat pada goa ini menjadi warisan budaya tak benda yang terus dilestarikan masyarakat setempat. Keberadaan legenda tersebut bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengingat nilai-nilai moral dan budaya dalam kehidupan masyarakat Ogan Komering Ulu.

Memasuki bagian dalam Goa Putri Ogan Komering Ulu, pengunjung akan disambut dengan formasi stalaktit dan stalagmit yang menakjubkan. Cahaya lampu yang dipasang di beberapa sudut goa menambah kesan dramatis, sehingga menciptakan suasana eksotis.

Didalamnya juga terdapat Aliran Sungai Semuhun yang mengalir di dalam goa semakin memperkaya pengalaman wisata. Suara gemericik air menambah ketenangan sekaligus menghadirkan kesan magis.

Banyak wisatawan yang merasa seperti sedang berada di dunia lain ketika menjelajah lorong-lorong goa ini. Tak heran jika Wisata Goa Putri Ogan Komering Ulu sering disebut sebagai salah satu destinasi alam terbaik di Sumatera Selatan.

Semoga saja kedepan sana nilai Keindahannya mampu memikat wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin merasakan sensasi petualangan unik yang penul keilmuan ini. (ysn)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News