Pemudik di Sumsel Tak Dianjurkan Bawa Motor
SUMSEL – Pemudik di Sumsel tak di anjurkan pulang kampung menggunakan sepeda motor. Imbauan sekaligus larang ini, bukan tanpa alasan.
Mengingat arus mudik di Sumsel pada musim lebaran 2025, di perkirakan akan mengalami lonjakan. Tidak main-main, lonjakan pemudik di perkirakan mencapai 20 persen dari tahun lalu, atau sekitar 2 juta unit kendaraan.
“Jangan gunakan sepeda motor saat mudik, karena resiko keselamatan, ” pesan Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Arinarsa, Senin 10 Maret 2025.
Menurutnya, para masyarakat dapat memanfaatkan kendaraan angkutan penumpang umum untuk pulang kampung.
Apalagi pada musim mudik lebaran tahun ini, pemerintah Provinsi Sumsel menyiapkan program mudik gratis.
“Baiknya pakai mobil, atau angkutan umum, ” sarannya.
Berdasarkan pantaun selama musim mudik, para pe mudik yang menggunakan sepeda motor, selalu membawa barang berlebih.
Hal ini tentu memberikan dampak bagi pengendara di jalan, karena resiko kecelakaan lebih besar.
Baca juga :
Pengedar Ganja di OKU, Pucat Pasi Digerebeg Polisi.
Jalur Mudik di OKU Mulai Disiapkan BBPJN Satker Wilayah 2 Sumsel
Tak Bisa Melarang
Kendati pemudik menggunakan sepeda motor membahayakan, namun pihaknya tidak bisa melarang pemudik.
“Kami hanya bisa mengingatkan agar tidak membawa muatan berlebih, ” tandasnya.
Mudik menggunakan sepeda motor belakangan di manfaatkan warga untuk mudik lebaran. Alasannya, hemat di pengeluaran, selain bisa menikmati perjalanan menuju ke kampung halaman.
Namun belakangan, di ketahui banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor sedikit brutal.
Selain over muatan penumpang, barang bawaan yang akan di bawa ke kampung halaman, melebihi kapasitas. (13)












