Scroll untuk baca
Sumsel

PUBM Sumsel Berharap Dua Jembatan Bailey Tak Digunakan, Begini Alasannya

×

PUBM Sumsel Berharap Dua Jembatan Bailey Tak Digunakan, Begini Alasannya

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sumsel membangunan jembatan bailey di Kota Prabumulih, yang ambruk beberapa waktu lalu.

RIBER

  • Pemprov Sumsel siagakan alat berat dan jembatan bailey
  • Empat unit jembatan bailey disiapkan Pemprov Sumsel melalui Dinas PUBM Sumsel. 
  • Dua jembatan bailey terpasang di dua kabupaten

 

OKUSATU.id, Sumsel – Alat berat dan jembatan bailey sudah disiagakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sumatera Selatan.

Disiagakannya peralatan tersebut sebagai upaya kesiapsiagaan Pemprov menghadapi bencana alam seperti banjir dan longsor yang mengintai di beberapa wilayah.

“Alat berat sudah kami siagakan di daerah rawan bencana dan setiap UPTD, ” ujar Kepala Dinas PUBM Sumsel Affandi, dikutip dari antara.

 

BACA JUGA :

Tiap RT Rp 100 Juta Mulai 2026, Bukan Bentuk Uang

Hujan Ringan Mendominasi Sumsel, Awas 14 Wilayah Hujan Dìsertai Petir

 

Disamping, timnya terus memantau secara rutin daerah yang berpotensi bencana.

Penempatan alat berat di daerah rawan bencana, kata dia, untuk mempercepat evakuasi ketika terjadi bencana di daerah tersebut.

“Biar bisa bergerak cepat, ketika terjadi bencana, ” ungkapnya.

Dinas PUBM juga menyiapkan empat jembatan bailey untuk menangani kasus darurat.

Empat jembatan tersebut, kata dia, dua di antaranya sudah terpasang di Kabupaten Empat Lawang, dan Prabumulih. Sementara dua jembatan masih stanby di Sumsel.

“Jembatan bailey langsung dipasang ketika ada intruksi Gubernur Sumsel. Supaya akses masyarakat tetap lancar, ” terangnya.

Namun dirinya tak berharap, sisa dua jembatan bailey yang disiagakan di Pemprov digunakan.

“Kalau jembatan bailey digunakan, berarti ada bencana. Tapi karena bencana tak bisa diprediksi, jadi harus tetap disiagakan, ” tandasnya. (13)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News