OKU – Rektor Universitas Baturaja (Unbara) Hj Lindawati,M.Z akan menindak tegas setiap dosen Unbara yang terbukti membuatkan skripsi mahasiswanya.
Sebaliknya, tugas dosen adalah membimbing mahasiswa yang sedang membuat skripsi hingga selesai, bukan malah menjadi joki skripsi.
Hal itu diharamkan, meskipun sejauh ini belum ditemukan. Ini terungkap dalam podcast okusatu ngoceh dengan narasumber rektor Ir Hj Lindawati Unbara belum lama ini.
Selain sanksi untuk dosen, mahasiswa yang ketahuan “ngupah” skripsi dengan dosen Unbara, maka akan dianulir kelulusannya.
“Ini termasuk kejahatan akademisi, “tegasnya.
Baca juga :
Baru Dilantik, PPPK OKU “Sekolahkan” SK, Dua Bank Ini Sambut dengan Tangan Terbuka
Segini Pinjaman yang Didapat PPPK OKU dan Potongannya dari Bank Ini
KIP Tepat Sasaran
Terkait program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), Linda mengklaim sudah tepat sasaran.
Dimana, proses seleksi dilakukan secara ketat oleh tim bagi mahasiswa yang mengusulkan KIP.
“Setiap tahun sekitar 500 ratusan mahasiswa yang usulkan KIP, sementara kuota yang tersedia terbatas, jadi ya kita harus selektif bener, mulai dari cek data dan cek lapangan, “terangnya.
Selanjutnya, bagi mahasiswa yang menerima program KIP, maka uang tersebut langsung ditransfer oleh pusat ke rekening masing-masing mahasiswa.
Baca juga :
Gegara Besi Siku, Pemuda Pengganguran di OKU “lebaran” dì Penjara
Pemprov Sumsel Segera Naikkan Status Siaga Karhutlah, Indikatornya Ini
“Nominalnya kisaran Rp4,5 juta per mahasiswa per semester tanpa ada potongan oleh pihak manapun, “sebutnya.
Salah satu mahasiswa Unbara penerima program KIP, mengaku program KIP yang diterimanya Rp4,5juta cukup untuk awal -awal semester.
Tapi bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi kurang, karena banyak pengeluaran.
“Kalau bisa sih pemerintah menaikan besaran program KIP, karena dana segitu dirasa masih kurang untuk mahasiswa yang sedang menyusun skripsi seperti saya, ” tandasnya. (15)







