Satgas Karhutlah OKU Terima Laporan Kebakaran Tiap Jam, Ribuan Hektar Ambyar
OKU SATU – Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) di Kabupaten OKU mulai menanjak sejak September 2023. Dan hingga kini, kasus tersebut muncul setiap hari.
Imbasnya, bukan hanya kabut asap yang kini mulai meradang di dalam Kota Baturaja, tapi juga membuat Satgas Karhutlah Kabupaten OKU babak belur untuk memadamkan api.
Terlebih, jika api membakar di tengah areal lahan, serta minimnya sumber air untuk pemadaman hingga pendinginan area kebakaran.
“Agustus masih sedikit, tapi mulai September hingga sekarang kasus Karhutlah muncul setiap hari, ” ujar Kepala BPBD OKU Januar Efendi melalui Manager Pusdalops BPBD OKU Gunalfi.
Menurut perkiraannya, jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten OKU hampir mencapai 70 titik.
Baca juga :
Disengat Api, Diselimuti Asap, Delapan Jam Bergelut dengan Kebakaran
Peparprov IV Lahat NPCI OKU Masuk Sepuluh Besar, Murni Atlet Asli OKU
“Ini berdasarkan ground cek di lokasi berkisar 65 titik lebih kurang, ” ungkapnya.
Dari 65 titik kebakaran hasil ground cek, menurutnya sudah ratusan hektar lahan terbakar.
Kasus ini, ungkap dia, hampir setiap satu jam ada laporan masuk soal karhutlah.
“Tiap jam sekarang ini ada laporan kebakaran lahan, ” katanya.
Beruntungnya, hingga saat ini Satgas Karhutlah bisa disebut masih sehat.
Kendati dampak seringnya terhirup asap, membuat daya tahan tubuh sempat melemah.
“Kalau yang demam ada, tapi kalau sampai dirawat belum ada, dan mohon doanya agar Satgas Karhutlah selalu sehat serta Karhutlah segera berakhir, ” ungkapnya.
Ajak Masyarakat Sadar Karhutlah
Baca juga :
Barang Bukti Arisan Bodong Dikembalikan ke Korban, Termasuk Honda Brio
Lima Warga OKU Selatan Diringkus Reskrim Polrestabes Palembang, Gegara Ganjal ATM
Ia berharap kepada masyarakat luas, agar lebih berhati-hati, khususnya saat musim kering saat ini.
Karena tanaman mengering, sehingga sangat mudah terbakar.
“Sama-sama kita jaga, agar tidak ada kebakaran. Selain itu, kalau melihat ada kebakaran, segera dipadamkan kalau masih kecil, ” pesannya.
Disinggung mengenai musim hujan, berdasarkan keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan akan mulai mengguyur November 2023.
“Namun belum merata. Ada wilayah yang sudah hujan, ada yang belum. Sama seperti saat masuk kemarau, juga bertahap, ” ungkapnya.
Baca juga :
Amunisi Aktif Meletup di Penampungan Barang Bekas di OKU Timur, Empat Orang Terkapar
Perampok Indomaret Lubuk Rukam Nyerah
Hal ini karena, pada akhir Oktober 2023 menjadi puncak El Nino dan melemah pada Februari – Maret 2024. Dan di perkirakan, Maret 2024 fenomena ini berakhir. (13)











