RIBER :
- Siklon tropis jauhi Pulau Sumatera
- Modifikasi cuaca melemahkan siklon
- Jepang Reset Mematikan Siklon
OKUSATU.id – Siklon tropis mulai menjauh dari wilayah Indonesia khususnya pulau Sumatera. Kendati demikian, BMKG tetap meminta masyarakat untuk selalu waspada.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dan ancaman bencana hidrometeorologi tipe basah.
Terlebih pemicu cuaca ekstrim yang terjadi dì wilayah Indonesia , bukan dari kemunculan siklon saja, tapi banyak faktor.
“Siklon tropis bergerak menjauh dari Indonesia, mudah-mudahan siklon tersebut melemah, ” ujar Kalaksa BPBD OKU Januar Effendi melalui Manager Pusdalops Gunalfi menyampaikan hasil koordinasi dengan BMKG, Rabu Januari 2026.
Baca juga :
Darami Resmi Nahkodai BAZNAS Sumsel, Herman Deru Tekankan Transparansi dan Jemput Muzakki
Diungkap Gun, upaya meredam cuaca ekstrim dì Indonesia sudah dilakukan BNPB, BMKG melakukan modifikasi cuaca untuk menekan munculnya cuaca ekstrim.
Upaya tersebut, kata dia membuahkan hasil. Cuaca ekstrim bisa tertekan, namun tidak mampu mematikan pertumbuhan siklon.
“Modifikasi cuaca hanya mampu mengurangi cuaca ekstrim, tapi tidak bisa membunuh pertumbuhan siklon, bahkan di negara maju sekalipun, ” tuturnya.
Hingga saat ini, negara – negara maju sedang berupaya melakukan reset untuk mendapat formula menghadapi siklon tropis.
“Jepang sedang melakukan reset untuk mendapatkan formula melemahkan dan mematikan siklon. Mungkin 2050 bisa direalisasikan, ” tandasnya.
Untuk diketahui siklon Jenna belakangan mengawasi wilayah Indonesia. Siklon tersebut lahir dari siklon tropis 91S yang muncul pada 3 Januari 2026 dan mencapai puncak pada 5 Januari 2026 dì Samudra Hindia Barat daya Lampung. (13)









