okusatu.id | Kikim Barat – Aparat gabungan membongkar sejumlah kafe di Desa Wonorejo, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat, Selasa (6/1/2026). Penertiban dilakukan menyusul penolakan warga yang telah berlangsung lama karena keberadaan kafe dinilai mengganggu ketertiban sosial dan ketenteraman masyarakat.
Operasi ini melibatkan unsur TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lahat, pemerintah desa, serta perwakilan masyarakat.
Pembongkaran dilakukan setelah melalui kesepakatan bersama antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat desa terdampak.
Sejumlah desa yang terdampak langsung antara lain Desa Wonorejo, Jajaran Baru, Ulak Bandung, dan Desa Sukamerindu. Warga menilai aktivitas kafe telah melampaui batas toleransi sosial.
BACA JUGA Siklon Tropis Jauhi Sumatera, BPBD OKU : Jepang Reset Matikan Siklon
Menurut warga, keberadaan kafe tidak hanya menimbulkan kebisingan, tetapi juga memicu keresahan akibat penjualan minuman beralkohol dan jam operasional hingga dini hari.
Kondisi tersebut kerap memicu keributan dan mengganggu waktu istirahat masyarakat.
“Dampaknya sangat terasa. Rumah tangga banyak yang terganggu, bahkan sampai terjadi perceraian. Musik keras hingga dini hari membuat warga tidak nyaman,” ujar seorang warga dengan nada prihatin.
Warga menilai keberadaan kafe berpotensi merusak nilai moral dan mengancam masa depan generasi muda di wilayah tersebut. Mereka mendesak agar pemerintah bertindak tegas demi menjaga lingkungan desa tetap kondusif.
BACA JUGA Rp 913 Juta Dana Dispora OKU Selatan Dipersoalkan, Tuntutan Jaksa Tuai Sorotan
Aksi pembongkaran mendapat dukungan penuh dari seluruh kepala desa se-Kecamatan Kikim Barat. Kehadiran para kades menjadi simbol komitmen pemerintah desa dalam menjaga norma agama, hukum, dan ketertiban umum.
“Kami tidak akan membiarkan aktivitas yang merusak moral dan meresahkan warga terus berlangsung. Ini bentuk komitmen kami melindungi masyarakat Wonorejo dan desa-desa sekitar,” tegas Kepala Desa Wonorejo, Yuli Armansyah.
Proses pembongkaran berlangsung aman dan kondusif di bawah pengamanan ketat aparat. Tidak terjadi perlawanan selama penertiban berlangsung.
Warga berharap penertiban ini tidak berhenti pada pembongkaran bangunan semata, namun dibarengi pengawasan berkelanjutan agar aktivitas serupa tidak kembali muncul di wilayah Kikim Barat. ***







