Laporan Untung – Batumarta
Di tengah keramaian jalan poros Batumarta, berdiri sebuah pasar yang tidak hanya menghidupi ekonomi, tapi juga menjadi saksi sejarah kebersamaan masyarakatnya.
Pasar Gotong Royong Unit II Batumarta, yang kini sudah aktif setiap hari, dulunya hanyalah sebuah pasar kecil yang beroperasi dua kali seminggu. Namun, berkat usaha bersama warga, pasar ini kini berkembang menjadi pusat perniagaan yang ramai, menjual segala kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan pokok hingga barang elektronik.
Awal Mula Pembentukan Pasar Gotong Royong Dari Hutan Menjadi Pusat Perdagangan
Cerita dimulai pada tahun 1979, ketika kawasan yang kini menjadi jantung ekonomi Batumarta masih berupa hutan lebat. Pohon cekeru yang besar dan alang-alang tumbuh subur di sana.
Tidak banyak yang tahu bahwa pada zaman itu, wilayah ini masih sangat terpencil. “Dulu, pohon-pohon cekeru itu sangat banyak, hampir menutupi seluruh kawasan,” kenang Khairudin, salah seorang warga yang terlibat langsung dalam pembukaan lahan.
BACA JUGA Batumarta Kawasan Transmigrasi Dibuka 1978
Warga Batumarta Unit II, yang pada waktu itu masih sedikit, memutuskan untuk membuka hutan demi kemajuan bersama.
Mereka bekerja keras menebang pohon, tidak hanya untuk membuka lahan tempat tinggal, tetapi juga untuk membuat lapak pasar sederhana.
Beberapa pohon ditebang untuk dijadikan bahan bakar, sementara sebagian lainnya dijadikan tiang dan penyangga pasar sementara.
Pasar ini bukanlah hasil pekerjaan satu atau dua orang, tapi hasil kerjasama seluruh warga setempat. Setiap Minggu, mereka bahu-membahu membangun pasar dengan tangan mereka sendiri. Tanpa sekat dan dinding yang kokoh, pasar ini tetap menjadi tempat bagi masyarakat untuk berdagang dan berbelanja.
Semangat Gotong Royong Nama yang Menghidupkan Pasar
Seiring berjalannya waktu, pasar yang awalnya hanya berupa lapak sederhana mulai berkembang. Warga tidak hanya puas dengan kondisi yang ada, mereka terus melakukan pembenahan.
Dari sekadar atap dan lantai, perlahan-lahan pasar ini dilengkapi dengan sekat antar lapak, menciptakan ruang yang lebih tertata.
Namun, nama pasar ini tetap terinspirasi oleh semangat yang ada sejak awal. Pasar Gotong Royong bukan hanya tentang perdagangan, tetapi tentang kebersamaan yang menggerakkan segala sesuatu. Nama ini lahir dari usaha bersama yang dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka, membangun pasar ini tanpa bantuan dari luar. Semua pekerjaan dilakukan secara gotong royong, menjadikan nama “Gotong Royong” sangat tepat untuk menggambarkan semangat warga setempat.
Perpindahan Pasar Menyesuaikan dengan Kebutuhan Warga
Dulu, pasar Gotong Royong terletak di sekitar Tugu Karet, perempatan yang menjadi titik awal pergerakan pasar. Namun, seiring berkembangnya jumlah penduduk dan meningkatnya aktivitas perdagangan, pasar ini pun perlu lebih banyak ruang dan akses yang lebih baik. Pada akhirnya, pasar digeser ke lokasi yang lebih strategis, dekat dengan jalan utama yang memudahkan warga untuk beraktivitas.
Meskipun lokasinya sudah bergeser, semangat gotong royong warga tidak pernah pudar. Mereka terus berusaha memperbaiki pasar, memastikan agar pasar tetap nyaman dan aman bagi pedagang dan pembeli.
Pasar Gotong Royong Dari Pasar Tradisional ke Pusat Perdagangan Modern
Hari ini, pasar Gotong Royong bukan lagi pasar kecil yang hanya menjual kebutuhan rumah tangga. Sekarang, pasar ini menjadi pusat perdagangan yang lebih lengkap. Barang-barang elektronik, pakaian, peralatan rumah tangga, hingga bahan-bahan pokok, semua bisa ditemukan di sini. Tak hanya warga Batumarta yang datang, tetapi juga warga dari desa sekitar yang memanfaatkan fasilitas pasar yang semakin baik.
Namun, meskipun pasar ini kini lebih modern, sebagian besar masyarakat masih mengingat pasar ini sebagai tempat untuk membeli kebutuhan sehari-hari, tempat di mana mereka bisa menemukan bahan-bahan segar untuk memasak atau peralatan rumah tangga yang mereka perlukan.
Pasar Gotong Royong kini menjadi tempat yang tidak hanya menghidupi ekonomi, tetapi juga mengikat hubungan antarwarga. Melalui pasar ini, nilai-nilai kebersamaan dan kerjasama terus dijaga, menjadi dasar bagi keberlanjutan pasar yang telah berusia puluhan tahun ini.
Dari sekadar lapak sederhana yang dibangun dengan semangat gotong royong, pasar Gotong Royong telah berkembang menjadi simbol kemajuan wilayah Batumarta, membuktikan bahwa kebersamaan adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang besar. (*)












