Khazanah Islam

TUJUH SHOLAWAT (HABIS

×

TUJUH SHOLAWAT (HABIS

Sebarkan artikel ini
Ust. Ahmad Yasin

TUJUH SHOLAWAT (HABIS)

SHOLAWAT TIBBIL QULUB DAN FATIH

Sholawat Tibbil Qulub dapat dibaca kapan saja, namun ada beberapa waktu yang dianjurkan untuk mendapatkan manfaat yang lebih optimal.

Membaca sholawat ini setelah sholat fardhu merupakan momen yang tepat untuk mengisi hati melalui ketenangan dan doa.

Waktu malam yang tenang juga sangat cocok untuk membaca sholawat ini, sehingga hati lebih mudah meresapi maknanya.

Bagi yang mengalami kesedihan atau sakit, sholawat ini bisa menjadi penawar yang efektif untuk menenangkan jiwa dan menyembuhkan raga.

Cara Mengamalkan

Tidak ada jumlah bacaan yang baku saat membaca sholawat ini, namun dianjurkan untuk membacanya secara rutin dan istiqomah.

Beberapa ulama menyarankan untuk membacanya sebanyak 40 atau 400 kali untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar.

Selain membaca, menjaga kesehatan dengan pola hidup yang baik dan tetap menjalankan pengobatan jika diperlukan juga sangat penting.

Sholawat Tibbil Qulub sering dijadikan doa khusus bagi yang membutuhkan kesembuhan, baik secara fisik maupun spiritual. Dengan niat yang tulus, pengamal diharapkan mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.

Walaupun sholawat ini memiliki khasiat sebagai doa penyembuhan, penting untuk tetap mengkombinasikannya dengan pengobatan medis dan menjaga pola hidup sehat.

Semoga penjelasan mengenai Sholawat Tibbil Qulub ini dapat memberikan pencerahan dan manfaat bagi pembaca.

Dengan rutin mengamalkannya, insya Allah hati yang gelisah akan mendapatkan ketenangan, raga yang sakit akan disembuhkan, dan keberkahan akan senantiasa mengiringi langkah kita menuju kehidupan yang lebih baik. Aamiin.

Keutamaan Sholawat yang Ditegaskan dalam Hadis
Syekh Jalaluddin As-Suyuti dalam Kitab Lubabul Hadits secara khusus merinci keutamaan sholawat berdasar hadis.

Berikut keutamaan sholawat berdasar hadis yang tertulis di Kitab Lubabul Hadits:

1. Sholawat Satu Kali Dapat Rahmat 10 Kali
Nabi SAW. bersabda, “Siapa yang membaca shalawat atasku satu kali, maka Allah akan bershalawat (memberikan rahmat) untuknya sepuluh kali.”

Salah satu keutamaan shalawat bagi orang yang membacanya adalah setiap satu shalawat yang dibaca akan dibalas dengan sepuluh shalawat oleh Allah subhânahû wa ta’âlâ. Ini berdasarkan hadits Rasulullah yang menyatakan:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ
Artinya: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. An-Nasai)

Dalam berbagai literatur bisa didapati penjelasan bahwa ketika Allah bershalawat kepada Baginda Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam itu berarti Allah memberikan rahmat dan juga pujian bagi beliau dengan disertai pengagungan dan pemuliaan.

Sedangkan shalawat yang dibacakan kepada nabi oleh para malaikat dan orang-orang mukmin bermakna permohonan doa kepada Allah agar rahmat dan pujian yang disertai pengagungan dan pemuliaan itu tetap terus dilimpahkan Allah kepada Baginda Rasulullah.

Dari penjelasan singkat di atas lahir satu pertanyaan, apa makna shalawatnya Allah kepada orang yang membaca shalawat kepada Rasulullah?

Apakah dengan shalawat itu Allah juga mengagungkan dan memuliakan orang yang bershalawat sebagaimana Allah mengagungkan dan memuliakan Rasulullah? Qadli ‘Iyadl sebagaimana dikutip oleh Sirojudin Al-Husaini di dalam kitab As-Shalâtu ‘alan Nabiyyi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa makna bershalawatnya Allah kepada orang yang bershalawat kepada Nabi adalah Allah merahmati dan melipatgandakan pahala orang tersebut.

Shalawatnya Allah yang secara dhahir berupa ucapan juga diperdengarkan kepada para malaikat sebagai bentuk pengagungan dan pemuliaan kepada orang tersebut. Ini sebagaimana firman Allah dalam sebuah hadits qudsi:

وان ذكرني في ملأ ذكرته في ملأ خير منه

Artinya: “Bila hamba-Ku mengingat-Ku pada sebuah perkumpulan maka Aku mengingatnya pada perkumpulan yang lebih baik dari perkumpulan itu.” (Abdullah Sirajudin Al-Husaini, As-Shalâtu ‘alan Nabiyyi Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, [Damaskus: Maktabah Darul Falah, 1990], hal. 100)

Apa Makna Allah dan Malaikat
Bershalawat kepada Nabi?

Jumlah Minimal dalam Memperbanyak Bacaan Shalawat Lebih lanjut Al-Husaini menuturkan, besarnya pahala dan berlipatgandanya shalawat yang diberikan Allah kepada orang yang bershalawat kepada Nabi di dalamnya ada pemberitahuan Allah betapa Allah sangat memuliakan kekasih-Nya yakni Baginda Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam.

Dengan pahala yang besar itu pula Allah mewartakan keutamaan beliau dibanding para nabi dan rasul yang lain.

Ada sebuah kisah yang menunjukkan alasan di atas. Satu hari Abdurrahman bin Auf membuntuti Rasulullah yang sedang keluar rumah. Beliau memasuki sebuah kebun kurma dan tiba-tiba beliau bersujud lama sekali.

Melihat lamanya sujud Rasulullah sampai-sampai Abdurrahman bin Auf yang sedari tadi mengikutinya merasa khawatir kalau-kalau Allah telah mewafatkan beliau. Namun ia merasa lega ketika kemudian Rasulullah bangkit dari sujudnya.

Ketika Abdurrahman bin Auf mengutarakan kekhawatirannya Rasulullah menjelaskan bahwa baru saja malaikat Jibril datang dan mewartakan bahwa Allah berfirman,

“barangsiapa yang bershalawat kepadamu maka aku (Allah) bershalawat kepadanya, dan barangsiapa yang bersalam kepadamu maka aku (Allah) bersalam kepadanya.”

Mendengar berita dari malaikat Jibril ini Rasulullah kemudian bersujud dalam waktu yang lama sebagai rasa syukur atas pemuliaan Allah terhadap dirinya dengan cara memberikan pahala yang banyak terhadap orang yang bershalawat kepadanya.

Sebuah ilustrasi kecil tentang hal ini. Bila ada seorang tetangga yang begitu menghormati dan mengasihi anak Anda yang sangat Anda sayangi, apa yang akan Anda lakukan kepada tetangga tersebut?

Tentunya Anda akan sangat berterima kasih dan memberikan rasa hormat yang besar terhadap tetangga tersebut.

Kiranya demikian pula dengan Allah subhânahû wa ta’âlâ. Ketika kekasih-Nya dimuliakan dengan shalawat, Ia balas pembacanya dengan shalawat yang lebih banyak dan lebih agung demi memuliakan sang kekasih dan orang yang mengagungkannya.

2. Diberi Kabar Gembira Masuk Surga

Nabi SAW bersabda, “Siapa yang membaca shalawat atasku seribu kali, maka ia tidak akan meninggal dunia sampai diberikan kabar gembira masuk surga untuknya.”

3. Mendapat balasan Sholawat berlipat dari Allah

Nabi SAW bersabda, “Siapa yang membaca shalawat atasku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali, siapa yang membaca shalawat atasku sepuluh kali, maka Allah akan bershalawat atasnya seratus kali, siapa yang bershalawat atasku seratus kali, Maka Allah akan bershalawat untuknya seribu kali, dan siapa yang shalawat atasku seribu kali, maka api neraka tidak akan menyentuhnya.”

4. Bersama Rasulullah di Hari Kiamat
Nabi SAW bersabda, “Sungguh manusia yang paling pertama bersamaku di Hari Kiamat adalah yang paling banyak bershalawat atasku.”

5. Pelebur Dosa

Nabi SAW bersabda, “Shalawat kalian atasku adalah dapat menjadi pelebur (dosa-dosa kalian).”

6. Sholawat Hari Jumat Dosanya Dilebur
Nabi SAW bersabda, “Siapa yang shalawat atasku di setiap hari Jumat empat puluh kali maka Allah akan menghapus dosanya semuanya.”

7. Menghilangkan Penghalang Terkabulnya Doa

Nabi SAW bersabda, “Tidak ada doa kecuali antaranya dan langit terdapat penghalang sampai ia bershalawat atasku, jika ia bershalawat atasku maka hijab (penghalang) itu akan terkoyak dan doa akan diangkat (tembus ke langit).”

8. Kecukupan Dunia dan Akhirat
Nabi SAW bersabda, “Siapa yang bershalawat atasku dalam sehari seratus kali, maka Allah akan menyelesaikan kebutuhannya tujuh puluh di antaranya untuk akhiratnya dan tiga puluh darinya untuk dunianya.:

9. Kabar Gembira Masuk Surga
Nabi SAW bersabda, “Siapa yang bershalawat atasku shalawat satu kali, maka Allah dan malaikat akan bershalawat atasnya sebanyak dua puluh kali dan ia tidak akan meninggal dunia sampai diberikan kabar gembira dengan surga.

10. Lupa bersholawat, akan Lupa Jalan Surga

Nabi SAW bersabda, “Siapa yang lupa membaca shalawat atasku (dengan sengaja), maka sungguh ia telah salah (dalam melewati) jalan surga.”

6. Shalawat Fatih (صَلَاةُ الْفَاتح)
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ࣙالْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ، وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِيْ إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ

Latin: Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muḫammadinil-fâtiḫi limâ ughliqa, wal-khâtimi limâ sabaqa, nâshiril-ḫaqqi bil-ḫaqqi wal-hâdî ila shirâthikal-mustaqîm(i), wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi ḫaqqa qadrihi wa miqdârihil ‘adhîm(i)

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad ﷺ, pembuka segala yang terkunci, penutup kenabian yang telah lalu, pembela kebenaran dengan kebenaran, dan petunjuk kepada jalan-Mu yang lurus.

Semoga Allah melimpahkan pula rahmat kepada keluarga dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung.

Banyak umat Islam meyakini keutamaan shalawat al fatih sebagai salah satu amalan yang istimewa dalam tradisi dzikir.

Shalawat Al-Fatih adalah salah satu bentuk shalawat (doa untuk Nabi Muhammad SAW) yang populer dibaca karena dipercaya memiliki berbagai fadhilah atau keistimewaan.

Shalawat ini kerap diamalkan di berbagai kesempatan ibadah dan diyakini dapat mendatangkan banyak kebaikan bagi pembacanya. Artikel ini akan mengulas secara lengkap tentang keutamaan Shalawat Al-Fatih.

Keutamaan Shalawat Al Fatih

Sebagai salah satu shalawat yang terkenal “ampuh”, Shalawat Al-Fatih memiliki banyak fadhilah (kelebihan spiritual) yang diriwayatkan oleh para ulama.

Keutamaan-keutamaan ini dicatat dalam berbagai kitab, antara lain Afdhalus Shalawat ‘ala Sayyidis Sadat karya Syekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani, Afdhalush Shalawat karya Syekh Ibn Hajar al-Haitami, dan juga dalam ijazah tarekat-tarekat seperti Tijaniyah.

Berikut beberapa keutamaan Shalawat Al-Fatih yang disebutkan oleh ulama dalam kitab-kitab tersebut:

Pahala sekali shalawat setara puluhan ribu shalawat biasa: Satu kali membaca Shalawat Al-Fatih disebut-sebut menyamai pahala membaca 10.000 shalawat lainnya.

Bahkan menurut sebagian ulama, sekali Shalawat Al-Fatih sebanding dengan 600.000 shalawat biasa. Artinya, keutamaannya berlipat ganda luar biasa dibanding shalawat bentuk lain.

Pernyataan ini menunjukkan betapa besar nilai Shalawat Al-Fatih di mata para arif billah, meskipun tentunya hanya Allah yang Maha Mengetahui kadar pahala sebenarnya.

Dijaga dari neraka dan dianugerahi husnul khatimah: Dalam Kitab Perukunan Melayu disebutkan “Barang siapa membaca shalawat ini seumur hidupnya sekali, niscaya ia dipelihara Allah Ta‘ala dari api neraka dan diwajibkan baginya husnul khatimah”.

Artinya, berkat keutamaan Shalawat Al-Fatih, seorang Muslim yang setidaknya pernah membacanya sekali akan diselamatkan dari siksa neraka dan InsyaAllah diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah (akhir hayat yang baik). Janji ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah yang dikandung dalam amalan shalawat ini.

Diampuni semua dosa dan diterima taubatnya:

Para ulama juga menyampaikan bahwa barangsiapa rutin mengamalkan Shalawat Al-Fatih, terutama jika dibaca terus-menerus selama 40 hari, maka Allah akan mengampuni semua dosanya dan menerima taubatnya.

Bahkan ada keterangan bahwa membaca Shalawat Al-Fatih satu kali saja dapat menghapus semua dosa yang pernah diperbuat.

Tentu hal ini perlu diiringi dengan taubat nasuha dan niat memperbaiki diri. Keutamaan ini sejalan dengan hadits bahwa shalawat dapat menghapus kesalahan dan dosa kecil maupun besar, karena shalawat adalah doa yang sangat dicintai Allah.

Mendapat kemudahan urusan dan terkabul hajat:

Secara umum, pembacaan Shalawat Al-Fatih diyakini mendatangkan keajaiban dalam hidup, memudahkan setiap urusan, menyelesaikan permasalahan hidup, melancarkan rezeki, dan mendatangkan ridha Allah SWT.

Banyak kesaksian dari para ulama dan orang saleh bahwa rutin membaca Shalawat Al-Fatih membuat hati tenang dan masalah-masalah sulit terselesaikan dengan jalan tak terduga.

Ini karena keberkahan shalawat mampu membuka pintu pertolongan Allah (sesuai makna “Al-Fâtih” sebagai pembuka yang tertutup).

Berjumpa Rasulullah SAW (mimpi atau secara ruhani):

Keutamaan yang sangat istimewa dari Shalawat Al-Fatih adalah dapat menjadi wasilah untuk bertemu dengan Nabi Muhammad SAW secara ruhani.

Dalam beberapa kitab ijazah disebutkan: “Barangsiapa membaca Shalawat Al-Fatih sebanyak 1000 kali pada malam Jumat (atau malam Kamis atau Senin), setelah shalat sunnah empat rakaat dengan tata cara khusus, maka ia akan dikumpulkan (dipertemukan) oleh Allah dengan Nabi Muhammad SAW,”.

Maksudnya, orang tersebut akan diberi karomah berupa bertemu Rasulullah, biasanya melalui mimpi yang nyata. Tata cara shalat sunnah dan pembacaan 1000x ini merupakan riyadhah (latihan spiritual) yang masyhur di kalangan ahli tarekat, tentunya disertai niat ikhlas dan kecintaan mendalam kepada Nabi.

Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits:“Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka ia benar-benar telah melihatku…”. maka berjumpa Nabi dalam mimpi adalah anugerah nyata.

Keutamaan Shalawat Al-Fatih sebagai sarana bertemu Nabi menunjukkan tingginya kedudukan shalawat ini sebagai maghnatisul qabûl (magnet penerimaan) yang menghubungkan ruhani kita dengan Rasulullah SAW.

Keutamaan-keutamaan di atas tentu membuat Shalawat Al-Fatih begitu istimewa. Meski terdengar luar biasa, kita meyakini bahwa Allah Maha Kuasa memberikan pahala dan karunia sebanyak apapun kepada hamba-Nya yang membaca shalawat dengan tulus.

Fadhilah Shalawat Al-Fatih sebaiknya dilihat sebagai motivasi spiritual agar kita rajin bershalawat, bukan semata-mata untuk mengejar hitungan pahala yang fantastis.

Inti utamanya adalah membaca shalawat dengan penuh cinta kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga hati kita terhubung dengan beliau dan hidup kita mendapat limpahan berkah.

Keutamaan Shalawat Al-Fatih hendaknya membuat kita termotivasi untuk semakin sering bershalawat, tanpa melupakan shalawat-shalawat lainnya dan amalan wajib yang utama.

Semoga Allah SWT membuka pintu-pintu kebaikan dan keberkahan dalam hidup kita berkat Shalawat Al-Fatih, mengampuni dosa-dosa kita, memudahkan segala urusan, melapangkan rezeki, menjauhkan kita dari api neraka, dan kelak mengumpulkan kita bersama Rasulullah SAW. Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammad wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammad.

PENUTUP
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesempatan untuk menuliskan uraian mengenai tujuh macam sholawat Nabi.

Dari setiap sholawat yang kita kenal—baik Sholawat Nariyah, Sholawat Badar, Sholawat Munjiyat, Sholawat Tibb, Sholawat Fatih, Sholawat Syifa, maupun Sholawat Ibrahimiyah—semuanya memiliki keutamaan tersendiri dalam mendekatkan hati kepada Rasulullah ﷺ dan mengharap ridha Allah ﷻ.

Semoga penjelasan singkat ini menambah kecintaan kita kepada junjungan Nabi Muhammad ﷺ, memperkuat iman, serta menjadi amalan yang mendatangkan keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Mari kita senantiasa memperbanyak sholawat, karena di dalamnya terkandung doa, syafaat, dan cahaya yang menuntun kita menuju keselamatan.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

 

Ringkkasan :
1. Macam-macam shalawat apa saja?
Berikut ini adalah kumpulan sholawat nabi terbaik lengkap dengan manfaat atau keutamaan membacanya!
1. Sholawat Munjiyat. …16
2. Sholawat Nariyah. …18
3. Sholawat Badar. …2
4. Sholawat Nuril Anwar. …20
5. Sholawat Asyghil. …1
6. Sholawat Tibbil Qulub. …26
7. Sholawat Fatih. …, dan lain-lain
Sholawat paling pendek adalah Shallallahu ‘ala Muhammad (“Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad”), yang merupakan bacaan Sholawat Jibril. Sholawat pendek lainnya adalah “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad” (“Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad”).

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News