Khazanah IslamOKU RAYATradisi

Sholawat Berkumandang di Tengah Nyala Ribuan Obor Menyambut Ramadhan

×

Sholawat Berkumandang di Tengah Nyala Ribuan Obor Menyambut Ramadhan

Sebarkan artikel ini

Sholawat Berkumandang di Tengah Nyala Ribuan Obor Menyambut Ramadhan

OKU – Sholawat berkumandang di jln Dr M Hatta Bakung, bersamaan dengan ribuan masyarakat yang tumpah di jalan tersebut, sembari membawa obor di tangan.

Peserta pawai yang membawa obor berjalan dari Sekretariat Majelis Wilayah Cabang (WMC) Nahdatul Ulama (NU) sampai ke halaman gedung DPRD Kabupaten OKU.

Rabu, 26 Februari 2025 malam sekitar pukul 20.00 wib, peserta pawai di lepas dengan mobil patwal yang berjalan di depan rombongan.

Masyarakat Kabupaten OKU yang sedari tadi sudah menanti, berjejer rapi di tepi jalan poros. Tentu dengan smartphone yang standby merekam iring-iringan pawai.

Persimpangan Dijaga Tim Gabungan

Kepadatan lalulintas sudah terlihat mulai dari perempatan Ogan IV sampai ke Taman Kota Baturaja.

Sebagian pengendara mengarah ke depan RSUD Ibnu Sutowo, namun langsung di alihkan Tim gabungan ke Kantor POS Baturaja.

Selain di pertigaan RSUD, tim gabungan juga berjaga di pertigaan RS Dr Noesmir Baturaja.

Tim yang terlibat antara lain, Polres OKU, Dinas Perhubungan OKU serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Meski telah di jaga di pertigaan, namun ada saja cara pengendara menjebol pertahanan.

Apalagi di kawasan Bakung, cukup banyak jalan setapak yang saling berhubungan. Alhasil, masih banyak juga masyarakat pengendara yang masuk.

 

Baca juga :

Digasak Rampok Rp 400 juta, 50 Suku Emas Lenyap, Bos Minyak Muba Lapor Polisi

Wanita Berdaster di OKU Uji Nyali, Warga : Kalau Diserempet Kereta Gimana

Target 10 Ribu Peserta

Ketua Pelaksana Pawai Obor, Ustadz Salim Damawi kepada okusatu.id menjelaskan, tema yang di usung pada pawai obor 1446 H yakni, “menjaga tradisi lama, mengambil tradisi baru yang lebih baik”. Ia menarget, peserta pawai obor sepuluh ribu peserta.

“Panitia menyiapkan 500 obor yang siap pakai. Biasanya, masyarakat yang ikut bawa sendiri, ” tuturnya.

Seluruh umat Islam, kata dia, boleh bergabung dalam pawai obor ini. Karena semakin banyak peserta, maka pawai obor makin meriah.

“Tujuan kita gelar ini untuk selain menyambut bulan Ramadhan, juga mensiarkan Islam, dan memeriahkan bulan Sholawat (Sya’ban), ” ungkapnya. (13)

 

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News