Nasional

Masalah Perumahan Mampir ke Menteri PKP, Ara : Lapor ke 911

×

Masalah Perumahan Mampir ke Menteri PKP, Ara : Lapor ke 911

Sebarkan artikel ini

Masalah Perumahan Mampir ke Menteri PKP, Ara : Lapor ke 911

OKUSATU, Jakarta – Persoalan perumahan masih terus bermunculan. Aduan kerap mampir ke Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), baik dari masyarakat maupun Yayasan Lembaga Konsumsi Indonesia atau YLKI.

Ini menandakan, pelayanan terkait perumahan dì Indonesia masih belum optimal.

Menyikapi itu, Menteri PKP Maruar Sirait meminta masyarakat, agar melaporkan persoalan tersebut ke layanan pengaduan 911.

“911 itu layanan pengaduan soal perumahan yang konek ke Kementrian PKP, ” ujar Ara, sapaan akrab Maruar Sirait.

 

Baca juga :

Kuburan Granat dan Peluru Aktif Terbongkar, Bikin Septic Tank Gagal Total 

30 ribu Rumah Untuk Tenaga Kesehatan, Menteri PKP : Ini Sejarah

 

Ara tak menampik, jika persoalan perumahan masih cukup banyak. Apalagi laporan yang masuk ke kementriannya cukup tinggi.

Dì sisi lain, sambung Ara, Presiden Prabowo juga mengintruksikan agar kementerian memperhatikan keluhan masyarakat.

“Presiden juga minta kami mendengar keluhan masyarakat. Jadi singkron dengan program layanan kami, ” tuturnya.

Layanan tersebut untuk memastikan, bahwa Kementerian PKP tidak hanya membangun, tapi juga menjamin kualitasnya.

Ia mencontohkan, jika pengembang janji bangunan perubahan anti banjir, harus dì tepati. Air lancar juga harus dì penuhi.

 

Baca juga :

Bedah Rumah 2.000 Unit Diusulkan ke Pusat

Warga Gerebeg Oknum Kades di Rumah Janda, Asoyyyy… Gas Polll

Program Ribuan Rumah Subsidi

Kementerian PKP memprogramkan penyedian rumah subsidi untuk berbagai latar belakang profesi dì Indonesia.

Tidak hanya bagi abdi negara, buruh, nelayan, petani bahkan wartawan pun mendapat jatah rumah subsidi dengan total 220 ribu rumah subsidi. (13)

Daftar Alokasi Rumah Subsidi

1. Tenaga Kesehatan : 30 ribu unit rumah.
2. Guru : 20 ribu unit rumah.
3. Nelayan : 20 ribu unit rumah.
4. Tenaga migran : 20 ribu unit rumah.
5. TNI AD : 5 ribu unit rumah
6. Polisi : 14.500 unit rumah.
7. Wartawan : 1.000 unit rumah.

 

 

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News