OKU RAYA

Air Naik Saat Warga Masih Terlelap! 43 Rumah di OKU Terendam Banjir

×

Air Naik Saat Warga Masih Terlelap! 43 Rumah di OKU Terendam Banjir

Sebarkan artikel ini
Kondisi banjir merendam rumah warga di Baturaja OKU akibat hujan deras semalaman
Puluhan rumah warga di Baturaja terendam banjir dengan ketinggian air hingga 80 sentimeter setelah hujan deras mengguyur wilayah OKU.

Hujan Deras dan Petir Semalam Bikin Warga OKU Panik!

BATURAJA – Hujan deras yang turun tanpa jeda sejak Selasa malam berubah menjadi ancaman nyata bagi warga Kabupaten Ogan Komering Ulu. Air perlahan naik, lalu menggenangi rumah-rumah warga hingga membuat aktivitas lumpuh di sejumlah titik.

Sejak Rabu pagi, genangan air mulai terlihat di berbagai sudut Baturaja. Bukan hanya di satu wilayah, banjir menyebar ke dua kecamatan sekaligus dan membuat warga harus waspada menghadapi kondisi yang terus berubah.

Kepala Pelaksana BPBD OKU, Januar Effendi, menyebut hujan yang disertai petir dengan intensitas cukup tinggi menjadi pemicu utama peristiwa ini.

Durasi hujan yang panjang membuat air tak sempat surut dan akhirnya meluap ke permukiman.

Di Kecamatan Baturaja Timur, beberapa kawasan seperti Pasar Baru, Baturaja Lama, Terusan, hingga Tanjung Baru menjadi titik yang paling dulu terendam. Air masuk ke halaman bahkan ke dalam rumah warga secara perlahan.

BACA JUGA

Masyarakat OKU Diminta Waspada, Potensi Debit Air Sungai Ogan Bertambah Malam Ini

Buruan Daftar! Ini Links Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Ditutup 24 April 2026,

Sementara di wilayah Baturaja Barat, genangan juga terjadi di Tanjung Agung. Kondisinya tak jauh berbeda, air merambat masuk ke rumah warga dengan ketinggian yang berbeda-beda.

Data sementara mencatat, sebanyak 43 rumah terdampak banjir. Di dalamnya terdapat 43 kepala keluarga dengan total 187 jiwa yang harus menghadapi genangan air di sekitar tempat tinggal mereka.

Ketinggian air pun tidak sama di setiap lokasi. Ada yang hanya setinggi mata kaki, namun di beberapa titik mencapai hampir satu meter atau sekitar 80 sentimeter.

Meski situasi sempat membuat warga cemas, kabar baiknya tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Rumah warga juga dilaporkan tidak mengalami kerusakan berarti.

Fasilitas umum seperti sekolah, layanan kesehatan, dan sarana publik lainnya masih dalam kondisi aman dan tetap bisa digunakan.

BACA JUGA

Warga Bantaran Sungai Ogan Dihimbau Antisipasi Luapan

Dua RSUD OKU Timur Terancam Sanksi, Pelayanan Kesehatan Sedang di Ujung Tanduk

Namun, kerugian tetap dirasakan warga. Total kerugian akibat banjir ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Tim dari BPBD bersama aparat TNI, Polri, hingga perangkat kecamatan langsung turun ke lapangan begitu laporan diterima. Mereka bergerak cepat membantu warga sekaligus melakukan pendataan.

Di saat yang sama, pemantauan debit air Sungai Ogan dan Sungai Lenkayap terus dilakukan tanpa henti. Petugas berjaga selama 24 jam untuk memastikan kondisi tetap terkendali.

Peringatan dini juga terus disampaikan kepada masyarakat agar tidak lengah. Warga diminta tetap siaga, terutama yang tinggal di daerah rawan genangan.

BACA JUGA

Dua RSUD OKU Timur Terancam Sanksi, Pelayanan Kesehatan Sedang di Ujung Tanduk

Hingga menjelang siang, air di beberapa lokasi masih terlihat menggenang. Belum semua wilayah benar-benar kering, sehingga bantuan logistik menjadi kebutuhan yang mendesak bagi warga terdampak.

BPBD mengingatkan bahwa potensi hujan masih bisa terjadi. Karena itu, kewaspadaan menjadi hal penting agar dampak yang lebih besar bisa dihindari. ***

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News