OKUSATU.ID Kenaikan harga plastik hingga 80 persen pada April 2026 mulai menekan pelaku UMKM, khususnya di sektor makanan dan minuman.
Menanggapi kondisi ini, Puan Maharani mendorong penggunaan kemasan alami sebagai alternatif.
Lonjakan harga terjadi akibat gangguan rantai pasok global dan tingginya ketergantungan bahan baku impor. Dampaknya, biaya produksi pelaku usaha kecil ikut melonjak.
BACA JUGA
1.143 Jiwa Terdampak Banjir Tiga Kecamatan dì OKU, Data Sementara dì Bawah
Modal Golok, Petani Duel dengan Beruang, Petani Masuk Rumah Sakit, Beruang Lari ke Hutan
Puan menilai kondisi ini bisa menjadi peluang untuk kembali ke kemasan tradisional seperti daun pisang atau daun jati. Selain lebih murah, kemasan alami juga mampu menjaga kualitas makanan dan memberi aroma khas.
Menurutnya, cara ini tidak hanya meringankan beban UMKM, tetapi juga meningkatkan nilai jual produk karena terlihat lebih unik dan ramah lingkungan.
Ia juga mengingatkan besarnya ancaman limbah plastik terhadap lingkungan, sebagaimana data dari United Nations Environment Programme.
BACA JUGA
Air Naik Saat Warga Masih Terlelap! 43 Rumah di OKU Terendam Banjir
Masyarakat OKU Diminta Waspada, Potensi Debit Air Sungai Ogan Bertambah Malam Ini
Meski begitu, Puan menegaskan perubahan ini perlu dukungan pemerintah, mulai dari regulasi hingga penyediaan bahan alternatif. ***






