Suhu Udara Naik hingga 32 Derajat, Perbanyak Konsumsi Air Mineral
SUMSEL – Suhu udara naik di rasakan masyarakat sejak beberapa hari belakangan. Hal ini di picu hujan yang tak turun hampir dua pekan terakhir.
Padahal jika melihat kondisi cuaca secara kasat mata, awan mendung tipis masih kerap mewarnai langit.
Naiknya suhu udara saat ini mencapai 32 derajat – 34 derajat pada siang hari, dan ini berlanjut hingga malam.
Lantas, apa pemicunya suhu udara naik, meski mendung masih mengawasi dari langit.
BMKG Sumsel menyebut, naiknya suhhu udarra di sebabkan, pancaroba yang mulai menyapa di seluruh wilayah di Sumsel.
“Pancaroba sudah mulai di Sumsel, dan ini memicu udara terasa gerah, “ ujar Koordinator BMKG Sumsel Wandayantolis.
Baca juga :
BBM Solar Berceceran dì Jalinsum OKU, Pemotor Bertumbangan
Bocah 10 Tahun dì Kaur Bengkulu Lahirkan Anak, Bapak Kandung Pelakunya
Pada tahap pancaroba, tidak bisa berharap udara sejuk. Karena, hujan sudah jarang turun. Bahkan hari tanpa hujan bisa terjadi hingga 6 hari.
Awan hujan akan sulit terbentuk pada fase ini. Sementara, awan tersebut selain menurunkan hujan, juga menjadi tabir penghalau sinar matahari langsung.
Karena inilah, sinar matahari langsung dan masyarakat akan merasakan suhu terik.
Baca juga :
Sejak SMP Hingga Dewasa jadi Budak Nafsu Bapak Kandung, Polres Ogan Ilir Bekuk Ayah Bejat
Harga Jagung Turun, Banten Tertinggi, Sumsel Tempati Posisi Keenam
Potensi Dehidrasi
Suhhu udaraa yang gerah ini, sangat berpotensi mengganggu tubuh. Khususnya dehidrasi yang akan di rasakan masyarakat.
Untuk ini pihaknya meminta masyarakat untuk menjaga asupan air mineral, agar dehidrasi terhindar.
“Kalau beraktivitas di luar sebaiknya menggunakan baju lengan panjang, “ sarannya. (13)












