Bos Kopi Di t*suk Keris, Dua Pekan Baru Ketahuan
Lahat,okusatu.id – Bos kopi di Kabupaten Lahat meregang nyawa, setelah keris yang di bawa Hr, menghantam tubuhnya tanpa ampun.
Aksi brutal yang di lancarkan pemuda 28 tahun ini, sengaja ia lakukan, karena hendak menghabisi korban.
Sebelumnya, Am sempat di hajar dengan batang kopi oleh Hr, namun pria 71 tahun itu masih sanggup bertahan, dan memberikan perlawana. Sampai akhirnya, keris yang di bawa HR memakan korban jiwa.
Keris yang di bawa Hr bersarang di tubuh renta AM. Korban tumbang di area kebun kopi milik AM. Dua pekan setelah peristiwa itu, jasad korban baru ketahuan.
Baca juga :
Motor Korban Di bawa Kabur
Hr melancarkan aksinya pada 3 November 2024. Berbekal keris, Hr yang di kabarkan mau menikah lagi namun tidak ada modal, lantas melakukan aksi perampokan.
Ia mendatangi korban AM di area kebun kopi. Pria tua tersebut, pindah alam karena aksi brutalnya.
Setelah itu, pelaku kabur dengan membawa uang Rp 2 juta, ponsel serta sepeda motor korban.
Pelaku melarikan diri ke Empat Lawang, meninggalkan korban terkapar tak bernyawa.
Jasad Bos Kopi Ditemukan Anaknya
AM bos kopi sudah lama meninggalkan rumah. Hal ini membuat keluarganya bertanya-tanya.
Keluarga korban yang curiga, lantas mencari korban ke kebun kopi.
Benar saja, korban di temukan anaknya. Namun, kondisinya sudah sangat tragis.
“Dua pekan korban meninggal dunia. Jasadnya di temukan anak korban, ” ungkap Humas Polres Lahat, Aiptu Lispono.
Melihat kondisi orang yang di carinya, anak korban berteriak histeris, dan meminta tolong warga.
Baca juga :
Emak Di Banting Gegara Judi Online
Bisnis Enak-enak Terbongkar, Lansia di Prabumulih Terancam Pidana 15 Tahun
Lapor Polisi
Pasca penemuan itu, keluarga korban melapor ke Polres Lahat. Aparat langsung bertindak melakukan penelusuran.
Hasil penyelidikan, pelaku kabur ke Kabupaten Empat Lawang. Saat di tangkap, pelaku melawan. Satu butir pelor menabrak kaki, dan membuat pelaku tak bisa melawan.
Dari keterangan tersangka, dirinya melakukan aksi nekat karena kebutuhan mendesak. Yakni, hendak menikah lagi dan memberi uang untuk anak dari pernikahan sebelumnya.
“Pelaku mau nikah lagi, tapi tidak ada modal, ” tandasnya. (13)











