Ia telah lama tinggal berdua dengan ibunya setelah ayahnya meninggal dunia.
Sang ibu disebut sangat telaten merawat Jauhari, meski kondisi mental anaknya sering kali tak stabil.
“Keluarga sudah berusaha mengobati Jauhari, baik secara medis maupun alternatif. Bahkan pernah dirujuk ke Palembang. Tapi ya, kondisi kejiwaannya naik-turun,” tambah Kenedi.
BACA JUGA Ribuan PPPK Paruh Waktu Serbu RSU Ibnu sutowo Baturaja
Pernah Bikin Onar, Tapi Tak Ada Pendampingan Lanjutan
Menurut penuturan warga, ini bukan kali pertama Jauhari menunjukkan perilaku yang meresahkan. Ia pernah membuat keributan di desa tetangga hingga nyaris diamuk massa.
Namun, karena alasan kemanusiaan dan pemahaman bahwa pelaku adalah ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa), warga tak sampai melukai.
Sayangnya, keterbatasan fasilitas kesehatan jiwa di desa membuat penanganan terhadap Jauhari terhenti di tengah jalan.
Keluarga dan aparat desa mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin, tapi terbentur minimnya dukungan dari instansi terkait.
BACA JUGA Diburu Sejak April, Pelaku Curas Sadis di OKU Timur Diringkus di Kayu Agung
Pelaku Diamankan Polisi, Pemeriksaan Masih Berlangsung
Tak lama setelah laporan masuk, pihak kepolisian langsung bergerak ke lokasi. Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan dan kini berada di Polres OKU Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Buay Pemuka Peliung, Iptu Jendri Simanjuntak, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan, penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui kondisi psikologis pelaku dan memastikan proses hukum yang tepat.












