DKPP Sumsel Larang Jualan Hewan Kurban dì Tepi Jalan, Silahkan Beli ke Peternakan
SUMSEL – Pedagang hewan kurban tahun ini di larang Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel.
Larangan tersebut khusus untuk penjualan hewan kurban yang menggunakan tepi jalan.
Tidak hanya melarang penjualnya, DKPP Sumsel juga meminta masyarakat, agar membeli hewan kurban dì peternakannya langsung.
“Pedagang hewan jangan jualan dì pinggir jalan, Masyarakat sebaiknya beli hewan dì peternakannya langsung, ” ujar Ruzuan, Kepala DKPP Sumsel dì lansir antara.
Baca juga : Polres OKU terjunkan KRYD ke Objek Vital, Ada Apa ?
Menurutnya, penjualan hewan kurban menjelang lebaran haji di tepi jalan, sangat mengganggu.
Selain karena limbah, aroma kurang sedang biasanya tercium, selain itu pemandangan juga terganggu, dan merusak suasana kota.
“Terpenting Kesehatan hewan itu bagaimana, apakah sudah dì periksa atau belum, ” ungkapnya.
Baca juga : Jemaah Calon Haji OKU Diminta Solid, Teddy : Jangan Terpisah dari Rombongan
Dikeroyok Lima OTK Pakai Sajam dan Senpi, Pengantin Pria Nyaris Tewas dì Lokasi Akad Nikah
Rugikan Peternak Tulen
Sebenarnya larangan penjualan hewan kurban di tepi jalan, menguntungkan peternak tulen atau peternak yang bertahun tahun menjalani profesi itu.
Sebab, pedagang hewan kurban menjelang hari raya dì tepi jalan, lebih banyak pedagang dadakan.
“Munculnya pedagang dadakan ini, merugikan peternak tulen. Padahal kesehatan hewan dì peternakan dì pantau terus oleh tim kesehatan hewan, ” katanya.
Baca juga : Karhutlah Intai Sumsel, Wilayah Ini Perlu Diwaspadai, Salah satunya Ogan Ilir
Stok Hewan Kurban Berlimpah
Masyarakat Sumsel dì minta tidak khawatir untuk mendapatkan hewan kurban. Sebab, jumlah hewan kurban di peternakan Sumsel sangat berlimpah.
Khusus untuk hewan kurban sapi dì Sumsel jumlahnya mencapai puluhan ribu ekor.
“Stok sapi 30 ribuan lebih, stok kambing dan domba juga tidak akan kekurangan, ” Tegasnya. (13)












