Syarat, Waktu dan Bacaan Saat Menyembelih
Persembahan Ust.Yasin
Pada hari ini jumat tanggal 6 juni 2025 terdengar gemuruh kumandang takbir di seluruh penjuru dunia tam terkecuali di Indonesia.
Gema takbir dikumandangkan di sudut sudut kota dan desa dimana disitu terselenggara sholat idul adha.
Bersamaan dengan peribadatan tahunan ini masih terdapat beberapa bebrapa aktifita yang menyertainya, yang paling erat adalah penyembelihan Qurban.
Karna Umat Islam dianjurkan untuk berkurban pada hari ini (hari raya Idul Adha atau pada tiga hari tasyrik), yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Kurban ini dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt. Setelah memilih hewan kurban yang terbaik, proses penyembelihan hewan kurban harus memenuhi berbagai ketentuan berikut sebagaimana dilansir NU Online dalam tulisan berjudul berjudul Ketentuan-Ketentuan dalam Kurban.
Pertama, penyembelihan hewan kurban harus memenuhi empat rukun
1. Pekerjaan menyembelih (Dzabhu).
2. Orang yang menyembelih (dzabih).
3. Hewan yang disembelih,
4. Alat untuk menyembelih.
Sementara itu, syarat penyembelih harus
1. Orang Islam/orang yang halal dinikahi orang Islam, dan
2. Bila hewannya ghoiru maqdur (tidak dapat dikendalikan), maka disyaratkan orang yang menyembelih adalah orang yang bisa melihat.
Jika penyembelih merupakan orang yang buta, anak yang belum tamyiz dan orang yang mabuk, maka sembelihannya dihukumi makruh.
Berikutnya, dalam penyembelihan, penyembelih harus memotong hulqum (jalan napas) dan mari’ (jalan makanan). Hal ini apabila hewannya maqdur (mampu disembelih dan dikendalikan).
Adapun proses penyembelihan hewan kurban harus dilakukan dengan menghadap kiblat, baik penyembelihnya, maupun hewan kurban sembelihannya.
Selanjutnya, proses penyembelihan dilakukan sebagai berikut sebagaimana dilansir NU Online dalam tulisan berjudul Ini Doa Lengkap Menyembelih Hewan Kur Baca Juga Hukum Berkurban untuk Orang yang Telah Meninggal Dunia.
1. Membaca basmalah بِسْمِ اللهِ
Artinya, “Dengan nama Allah” Satu Hewan untuk Kurban dan Aqiqah Sekaligus Lebih sempurna
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
“Bismillâhir rahmânir rahîm”
Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang”
2. Baca shalawat untuk Rasulullah saw
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.
Artinya, “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”
3. Baca takbir tiga kali dan tahmid sekali
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ
Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd
Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”
4. Baca doa menyembelih
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ
Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm
Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”
Doa di atas dipanjatkan oleh pekurbannya. Jika penyembelih membacakan untuk orang lain yang berkurban, maka kata minni diganti dengan menyebut nama pekurbannya, misalnya min Hasan.
Sementara itu, dalam menyembelih kurban juga terdapat berbagai macam kesunnahan sebagai berikut.
Memotong wadajain (dua otot yang ada disamping kanan dan kiri)
Menggunakan alat penyembelih yang tajam
Membaca bismillah
Membaca shalawat dan salam pada Nabi Muhammad.
Karena menyembelih itu adalah tempat disyari’atkan untuk ingat pada Allah, maka juga disyari’atkan ingat pada Nabi.
Sehingga terdapat ketidak sempurnaan dalam melaksanakan kesunahan tersebut jika tidak terpenuhi unsur-nusur diatas.
Semoga bermanfaat dan tidak menjadi mudlorot. Aaamiiin…







