JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa harga beras mulai mengalami penurunan di 13 hingga 15 provinsi.
Penurunan ini disebut sebagai hasil dari operasi pasar beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Amran menjelaskan bahwa saat ini pemerintah menyalurkan sekitar 6.000 ton beras setiap hari dan akan terus ditingkatkan hingga 10.000 ton per hari.
Program ini direncanakan berlangsung hingga akhir 2025 dengan total penyaluran mencapai 1,3 juta ton.
Selain operasi pasar, peningkatan penyerapan gabah dari petani juga turut menekan harga beras.
Saat ini serapan gabah mencapai 6.000 ton per hari, naik dua kali lipat dibanding sebelumnya.
Meski begitu, harga gabah tetap dijaga di atas Rp6.500/kg agar petani tidak dirugikan.
Stok beras nasional saat ini diklaim cukup melimpah, mencapai 4 juta ton, sehingga tidak ada rencana impor seperti tahun lalu yang mencapai 7 juta ton.
Pemerintah juga memastikan ketersediaan pangan aman seiring panen yang terus berlangsung di berbagai daerah.
Dengan kondisi ini, pemerintah optimis harga beras akan terus stabil dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan. ***









