Headline

Jembatan Gantung dì Muara Jaya Jebol, Dua Remaja Terjun Bebas ke Sungai Berbatu, Satu Korban Patah Tangan

×

Jembatan Gantung dì Muara Jaya Jebol, Dua Remaja Terjun Bebas ke Sungai Berbatu, Satu Korban Patah Tangan

Sebarkan artikel ini

OKUSATU.id – Jembatan gantung yang makan korban. Dua warga yang melintas di atas jembatan itu, mengalami luka, setelah terjatuh dari jembatan pada Ahad 27 Juli 2025 petang sekira pukul 14.30 wib.

Bahkan dikabarkan salah satu korbannya patah tangan, diketahui bernama Ayu. Jembatan tersebut berada dì Kecamatan Muara Jaya Kabupaten OKU.

Jembatan gantung yang membentang antara Desa Belambangan Kecamatan Pengandonan dengan Desa Lubuk Tupak Kecamatan Muara jaya.

 

Baca juga :

Colong HP Owner Toko Buket, Dua Pria di OKU Digeladang ke Polres OKU

Jemaah Umrah Smarts Umrah Cabang Baturaja 1 dan 2 Ikut Manasik, Pemberangkatan 8 Agustus 2025.

 

Camat Muara Jaya Doni Heridadi dikonfirmasi okusatu.id membenarkan musibah yang terjadi pada Ahad petang.

“Dua warga yang mengendarai motor jatuh ke bawah jembatan, lantai jembatan jebol, ” ujarnya.

Saat itu kedua korban yang merupakan laki-laki dan perempuan melintas dì jembatan tersebut berboncengan.

Keduanya berangkat dari arah Desa Belambangan Kecamatan Pengandonan menuju ke Desa Lubuk Tupak Kecamatan Muara Jaya.

“Dikit lagi sampai ke Desa Lubuk Tupak, lantai jembatan jebol. Salah satu korban bernama Ayu warga Desa Muara Sae, ” terangnya.

 

Baca juga :

Bantu Kabupaten – Kota, Gubernur Target Tak Ada Jalan Rusak dì Sumsel

Kakan Kemenag OKU Lantik Tiga Pejabat

 

Tingginya lantai jembatan dengan dasar sungai, membuat salah satu korban mengalami patah tangan. Apalagi jarak antara lantai jembatan dengan dasar sungai cukup tinggi.

“Posisi sungai lagi surut dan banyak batu, ” terangnya.

Rusaknya jembatan itu, jelas Doni sudah disampaikan ke Dinas PUPR Kabupaten OKU. Rencananya, dinas tersebut akan meninjau ke lokasi.

“Kalau tidak Selasa, Rabu Dinas PU ke lokasi, ” tuturnya.

Akses warga Tiga Desa

Baca juga :

Titik Panas di Sumsel Meradang, Muba Rajanya

Rumah Dua Lantai dì OKU Habis Digasak Jago Merah

 

Dijelaskan Doni, jembatan gantung tersebut pernah diperbaiki tahun 2015 silam. Pada tahun 2024, jembatan tersebut rusak akibat banjir bandang.

Namun kerusakannya telah diperbaiki tiga kade yakni, Kades Lubuk Tupak, Muara Sae, dan Beringin. Karena, jembatan tersebut akses vital warga tiga desa tersebut.

Pasca putusnya jembatan, dipastikan warga tiga desa harus mencari alternatif lain.

“Akses lain jalan aspal dì Desa Surau dan Lontar, jauh mutar, ” katanya.

Menurut dia, kades akan kembali memperbaiki jembatan itu, jika belum ada perbaikan segera oleh pemerintah kabupaten.

“Kades siap patungan lagi. Karena kasihan dengan anak sekolah yang mau nyeberang, ” tandasnya. (13)

 

 

 

 

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News