Ngakunya Khilaf, Tangan Diurut Tapi Grepein Area Vital Anak Tiri
OKUSATU.id – Khilaf….. Kalimat simple dan enteng yang dilontarkan dari mulut H, ketika dimintai keterangan penyidik PPA – PPO Polres Ogan Ilir. Padahal, ulahnya tidak sesimpel kalimat yang ia lontarkan kepada petugas.
Ulah yang membuat putri tirinya itu menderita trauma mendalam. Bahkan, tak menutup kemungkinan, trauma itu bakal membekas hingga sang putri dewasa nanti.
Kini H, ayah tiri bermental bobrok itu sudah ditangani polisi. Namun, korban menderita karena perlakuan yang tak seharusnya ia terima, terlebih usianya masih sangat remaja.
Baca juga :
300 Rumah Reyot Akan Dibedah, Bupati Teddy Targetkan Tak Ada Lagi Rumah Tak Layak Huni
Beruntung, korban berani melapor dengan ibu kandungnya, sehingga aksi tak bermoral itu, bisa dihentikan sesegera mungkin. Apalagi ibu korban langsung melapor ke polisi.
“Pelaku ditangkap pada Tanjung Baru Ogan, Kabupaten Ogan Ilir, Minggu 10 Mei, “ ujar Kasatres PPA-PPO Polres Ogan Ilir Iptu, Try Nensy.
Aksi amoral yang dilakukan ayah tiri berusia 43 tahun itu, berawal ketika pelaku mendatangi kamar tidur korban.
Pelaku mengeluh jika tangannya pegal, dan meminta tolong kepada korban, agar memijat tangannya.
Korban yang masih berusia 15 tahun ini, tak berfikir macam-macam. Ia langsung saja menuruti permintaan tolong ayah tirinya itu.
Baca juga :
Akses Desa Air Baru dan Teluk Agung OKU Selatan Putus, Cari Jalur Lain
Menutup atau Membenahi? Dilema Penutupan Program Studi di Indonesia dalam Semangat Hardiknas
Namun, ternyata ini hanyalah modus. Niat sesungguhnya yakni ingin mencabuli korban yang masih ranum itu.
Pelaku langsung beraksi. Tangannya meraba bagian sensitive korban. Korban kaget dan menepis tangan H yang dinilainya kurang ajar.
“Korban menepis tangan pelaku, tapi pelaku mengulanginya lagi, “ jelasnya.
Usai mendapat perlakuan tak senonoh, korban lapor ke ibunya dan oleh ibu korban dilaporkan ke polisi.
“Pelaku mengakui perbuatannya,pengakuannya khilaf, “ tandasnya., (13)












