Nai Seleman Bersama IPARI
Persembahan Ust.Yasin
Dalam upaya memperkuat identitas ke-NU-an dan menanamkan nilai-nilai spiritual Islam, Ustad Yasin pemateri yang juga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten OKU Kecamatan Peninjauan ini terus aktif melakukan dakwah serta pembinaan Pada Jamaah.
Kegiatan ini dikemas dalam program pembinaan dan kajian rutin yang dilaksanakan di tingkat desa, sebagai bagian dari strategi dakwah kultural yang telah lama menjadi Tugas Kepenyuluhan.
Ketua DUA IPARI, Ust.Ahmad Yasin,S.H.I.,M.Pd., bersama Ketua Majlis Ta’lim Nurul fajar dan Al-Muhajirun Nai Seleman, menggelar pembinaan dan kajian rutin di Masjid Nai Seleman Kampung Lima, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU, Jumat 18 Juli 2025.
Acara tersebut dirangkai dengan Sholawat Badar yang merupakan bagian dari Susunan Acara disetiap Kegiatan Binaan Majlis Ta’lim Kecamatan Semidang Aji
Hadir dalam kegiatan itu para pengurus Ranting NU, tokoh masyarakat, ibu-ibu Muslimat, serta jamaah Remaja dari dusun di sekitar Nai Seleman.
“Kegiatan ini bukan sekadar pembinaan Keagamaan Biasa, tapi juga bagian dari ikhtiar spiritual untuk menguatkan akidah dan amaliah warga, ” katanya.
Menurut Ust.Yasin, pentingnya Belajar Agama bagi warga Nai Seleman dan sekitanya juga merupakan momen pengutan tata cara ibadah yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah tata cara peribadatan Ubudiah syar-iyah maupun Muamalah panutan kita Nabi Muhammad SAW.
Banyak jamaah binaan yang merupakan pelaku ibadah sekedar pengguran kewajiban, sehingga diperlukan Pembinaan lebih intensif.
“Tanpa penyuluhan, kita hanya memahami Islam secara lahiriah. Tapi dengan pembinaan dan penyuluhan , kita diajak menyelami ajaran Islam secara batiniah—mengolah hati, membangun kedekatan dengan Allah secara mendalam,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dakwah Penyuluh Agama di Kabupaten OKU saat ini tidak hanya fokus pada penguatan keterlaksananya kebenaran beribadah dan terbentuknya kedamaian beribadah.
Baik sesama agama maupun beda agama namun juga struktural organisasi yang di ikuti jamaah binaan, tetapi juga pada pembinaan spiritual masyarakat melalui pendekatan Penyuluhan dan Pembinaan pola ibadah lainnya, seperti manaqib, maulid, dan shalawatan.
Selanjutnya Ustadz Ahamad Yasin,S.H.I.,M.Pd.. menyampaikan jama’ah memiliki peran penting dalam mendakwahkan kebersamaan dan kerukunan, terutama di kalangan ibu-ibu rumah tangga.
Melalui kegiatan seperti dzikir tawajuhan dan kajian fiqih perempuan, Penyuluh Agama mencoba menanamkan pemahaman Islam yang damai, toleran, dan berlandaskan cinta kepada Allah dan Rasulullah SAW.
“Penyuluh Agama Islam adalah garda terdepan dalam membumikan Islam rahmatan lil ‘alamin dimasyarakat secara Umum dan di tingkat keluarga. Melalui dzikir dan pembinaan, kami berharap ibu-ibu bisa menjadi pilar ketenangan spiritual di rumah masing-masing,” tutur Uast.Yasin.
Ia juga menegaskan bahwa Pembinaan Keislaman di Kementrian Agama Kecamatan Semidang Aji Khususnya dan Sumatera Selatan umumnya, bahkan seluruh Indonesia akan terus mendorong kegiatan serupa di berbagai wilayah.
Termasuk daerah-daerah pelosok yang minim pembinaan spiritual. Karena antara Warga dan Penyuluh tidak bisa di pisahkan, sehingga Islam Rahmatan lil ‘Aalamiin semakin terwujud ditengah masyarakat. (*)







