Pupuk Subsidi di Lubuk Raja Hilang Peredaran, Petani Kelimpungan
LUBUK RAJA – Pupuk subsidi di Kecamatan Lubuk Raja menjadi barang yang sangat berharga.
Warga yang umumnya petani karet di kecamatan itu, sangat membutuhkan pupuk.
baca juga Jangan Cerca Rambut Uban, Iniloh Maknanya
baca juga Bukan Pusaka Berkhodam Saja Yang Di jamas, Benda Seperti Ini Juga Bisa
Namun sayangnya, bak cinta bertepuk sebelah tangan.
Ketika di perlukan, pupuk subsidi hilang peredaran.
Yang tersedia hanya jenis non subsidi.
“Sementara petani membutuhkan yang subsidi, ” ujar RM.
baca juga Berkas Korupsi di Distan OKU Segera Di limpahkan
baca juga Gotong Royong Danau Ranau, Camat Libatkan Para Pelajar, Targetnya Keren Deh
Karena sulitnya mendapatkan pupuk, para petani sangat jarang melakukan pemupukan.
Termasuk ketika, pohon karet bermasalah saat terjadi peralihan musim yang berdampak gugur daun.
baca juga Dua Desa di Semidang Aji Tunggu Transferan BLT DD
baca juga BLT DD Disalurkan, Warga Desa Tubohan Girang
“Pupuk langka, harga mahal. Kalau pun beli harus pesan dulu, ” Sambungnya.
Pupuk bersubsidi, sebelumnya menyasar 70 komoditas pertanian. Namun belakangan hanya menyasar 9 komoditas saja.
baca juga Pedagang “nakal” Kembali Di ubrak-ubrak Satpol PP
baca juga Malam Kesenian di Kelurahan Talang Jawa, Ada Atraksi Debus, Cek Tanggalnya
9 komoditas pertanian, di antaranya : padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi,dan kakao.
Untuk informasi, harga pupuk urea saat ini bisa mencapai Rp 200 ribu persak.
baca juga Centang Biru di Instagram dan Facebook Bisa Di buat di Indonesia, Syaratnya Gampang Banget, Tapi….
baca juga Pajak Kendaraan Wajib Di bayar, Simak Cara Mudah Pengecekannya
Jenis pupuk mutiara di kisaran Rp 850 ribu persak, sementara, harga pupuk KCL sampai Rp 450 ribu persak.
“Permintaan pupuk petani menurun. Karena harga getah yang murah, serta mahalnya harga pupuk, “sebutnya. (Unt)
baca juga Istri Tinggalkan Suami Demi Oknum Pak Kades, Diam-Diam ke Hotel Ternyata Bobo Bareng












