Khazanah Islam

Sholawat Nariyah, Cara Mengamalkan dan Manfaatnya

×

Sholawat Nariyah, Cara Mengamalkan dan Manfaatnya

Sebarkan artikel ini
Ahmad Yasin,S.H.I.,M.Pd. Dosen Pendidikan Agama Islam UNBARA, Penyuluh Agama Islam dan Pengurus NU Kab. OKU
Ahmad Yasin,S.H.I.,M.Pd.Dosen Pendidikan Agama Islam UNBARA, Penyuluh Agama Islam dan Pengurus NU Kab. OKU

3. Sholawat Nariyah (الصَّلَاةُ النَّارِيّةُ)

 اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدٍ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Latin: Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman `alâ sayyidinâ Muḫammadinil-ladzi tanḫallu bihil-`uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdlâ bihil-ḫawâiju wa tunâlu bihir-raghâ’ibu wa ḫusnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa `alâ âlihi wa shaḫbihi fî kulli lamḫatin wa nafasin bi`adadi kulli ma`lûmilak(a).

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Baginda Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujan pun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarga serta para sahabatnya, di setiap detik dan embusan napas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh-Mu.

Shalawat Nariyah sejak lama menjadi amalan populer di banyak kalangan Muslim.

Doa ini dikenal sebagai salah satu shalawat yang memiliki dampak spiritual besar, terutama dalam urusan kelancaran rezeki, ketenangan hati, perlindungan diri, hingga pertolongan ketika menghadapi kesulitan hidup.

Banyak ulama terdahulu mengajarkan bacaan shalawat Nariyah sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad serta sebagai wasilah memohon bantuan Allah.

Asal-usul Shalawat Nariyah, keutamaan-keutamaannya, cara mengamalkan yang tepat, waktu terbaik membacanya, hingga adab yang perlu diperhatikan.

Menurut Ulama: Rahasia Rezeki, Kesucian Jiwa, dan Doa Mustajab Bacaan Lengkap Shalawat Nariyah Berikut lafaz Shalawat Nariyah dalam bahasa Arab, Seperti yang tertuang diatas.

Sejarah Singkat Shalawat Nariyah Shalawat ini dikenal dalam tradisi ulama Maghrib (Maroko-Tunisia-Aljazair) dan sering disebut juga Shalawat Tafrijiyah karena fungsi utamanya adalah memohon tafrij (kelapangan) dari segala kesulitan.

Dalam beberapa literatur klasik, para ulama menyebutkan bahwa nama “Nariyah” berasal dari kata “nār” yang berarti api, karena shalawat ini dipercaya membawa energi yang cepat dalam mengatasi masalah layaknya api yang membakar.

Meski tidak berasal dari hadis Nabi secara langsung, shalawat ini termasuk doa-doa yang disusun para ulama salaf dengan landasan kecintaan kepada Rasulullah.

Oleh sebab itu, membaca Shalawat Nariyah tetap dianjurkan selama mengandung pujian dan permohonan yang baik.

Keutamaan Shalawat Nariyah
Berikut manfaat yang sering disebutkan para ulama dan diamalkan banyak muslim dari masa ke masa.

Keutamaan ini bersifat fadha’ilul a’mal, yaitu manfaat yang disampaikan berdasarkan pengalaman para ahli zikir dan ulama Rabbani.

Membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Mengangkat kesulitan dan melapangkan segala urusan.
Menjadi wasilah dikabulkannya hajat.
Menghadirkan ketenangan batin.
Memberi kekuatan spiritual dalam menghadapi masalah hidup.
Menghilangkan kesedihan dan tekanan pikiran.

Menjadi sebab datangnya keberkahan dalam usaha.
Membantu memperbaiki hubungan dengan sesama.
Menjauhkan diri dari bala dan marabahaya.
Menjadi doa perlindungan saat menghadapi musuh atau kedzaliman.
Memperkuat hubungan batin dengan Nabi Muhammad.

Mendatangkan rahmat Allah yang luas.
Membantu mempercepat penyelesaian pekerjaan penting.
Mempermudah perjalanan dan mobilitas.
Mengundang energi positif dalam lingkungan rumah.
Menjauhkan diri dari rasa malas dalam ibadah.

Menjadi penyebab turunnya hujan (sebagaimana disebutkan dalam teks).
Mempercepat datangnya solusi saat menghadapi kebuntuan.
Menghilangkan rasa takut dan gelisah.
Menjaga diri dari mimpi buruk.
Menjadi pelindung dalam pekerjaan yang penuh risiko.
Menyembuhkan luka batin dan trauma spiritual.

Memperkuat optimisme dan harapan hidup.
Menjaga keberkahan umur dan aktivitas.
Mendapatkan pertolongan Allah pada saat genting.
Menjadi pendorong semangat berbuat kebaikan.
Mengundang keberkahan dalam rumah tangga dan keturunan.

Keutamaan-keutamaan ini sebaiknya tidak dijadikan patokan absolut, namun merupakan buah dari zikir yang dilakukan dengan ikhlas, khusyuk, dan konsisten.

Cara Mengamalkan Shalawat Nariyah yang Tepat.

Ada beberapa cara yang biasa dilakukan ulama dan masyarakat Muslim dari berbagai daerah:

1. Dibaca 11 Kali Setiap Hari Cara populer yang sering dianjurkan adalah membacanya 11 kali setiap pagi atau malam. Tujuannya untuk menjaga keberkahan harian dan memohon kelapangan urusan.

2. Dibaca 41 Kali Saat Menghadapi Masalah Besar Amalan 41 kali sering digunakan ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan berat seperti terlilit utang, konflik keluarga, atau kebutuhan mendesak.

3. Dibaca 100 Kali untuk Maksud Tertentu Beberapa guru zikir mengajarkan pembacaan 100 kali selama 3 atau 7 hari berturut-turut untuk memohon dimudahkan hajat khusus.

4. Dibaca 4444 Kali secara Jamaah Amalan ini dikenal di beberapa pesantren besar di Maroko dan Indonesia. Biasanya dibaca bersama untuk memohon hujan, keselamatan desa, atau kelapangan menghadapi musibah.

5. Diamalkan Setelah Shalat Fardhu Ada pula yang menjadikannya wirid setelah shalat fardhu 1 atau 3 kali. Waktu Terbaik Membaca Shalawat Nariyah Shalawat bisa dibaca kapan saja, namun beberapa waktu memiliki nilai lebih tinggi.

Setelah shalat Subuh Setelah shalat Magrib

Saat sepertiga malam terakhir Hari Jumat, terutama sebelum dan sesudah khutbah Ketika sedang sedih atau gelisah Saat akan memulai pekerjaan penting Saat bepergian jauh atau menghadapi ujian berat

Adab Ketika Membaca Shalawat Nariyah
Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, ada beberapa adab yang bisa diperhatikan:

Membacanya dengan hati yang tenang dan tidak tergesa-gesa. Menghadirkan rasa cinta kepada Rasulullah. Memulai dengan istighfar dan diakhiri dengan doa pribadi.

Menghindari riya dan menjadikannya amalan pribadi.
Konsisten dalam hitungan harian, misalnya memilih jumlah tertentu. Memastikan makanan dan pendapatan yang Anda konsumsi halal.

Membersihkan hati dari kebencian dan permusuhan. Apakah Shalawat Nariyah Boleh Diamalkan? (Jawaban Ulama) Mayoritas ulama sepakat bahwa membaca Shalawat Nariyah hukumnya boleh, selama diyakini sebagai doa dan bukan ajaran yang wajib atau amalan yang pasti memberikan hasil tertentu. Semua shalawat yang memuliakan Nabi Muhammad termasuk ibadah yang berpahala.

Beberapa tokoh besar yang membolehkannya:

Ulama Al-Azhar Ulama Syadziliyah Imam Al-Qurthubi Banyak ulama Maliki dan Syafi’i dari Afrika Utara hingga Nusantara Intinya, selama tidak meyakini bahwa suatu jumlah bacaan memiliki jaminan pasti, maka amalan ini tetap dalam batas fadha’ilul a’mal.

Manfaat Spiritual Membaca Shalawat Nariyah

Banyak yang merasakan manfaat batin setelah mengamalkannya secara rutin. Pikiran lebih tenang. Hati lebih lembut dan mudah bersyukur. Rasa takut berkurang. Lebih sabar menghadapi ujian. Jalannya urusan terasa lebih mudah.

Diri lebih dekat kepada Allah dan Rasul-Nya. Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas Nabi…” (QS Al-Ahzab: 56) Ayat ini menjadi dasar utama dianjurkannya berbagai jenis shalawat.

Tips Agar Amalan Shalawat Nariyah Lebih Berpengaruh
Membacanya pada waktu yang sama setiap hari. Menjaga wudhu jika memungkinkan. Menggabungkannya dengan sedekah harian meski sedikit.

Melakukan perbaikan akhlak sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi. Berzikir dengan suara lembut, tidak berteriak. Tidak menjadikan shalawat sebagai alat mencari keuntungan dunia semata.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Shalawat Nariyah boleh untuk memohon rezeki?
Boleh. Teksnya sendiri mengandung permohonan kelapangan dan dipenuhi hajat.

Apakah wajib membaca 4444 kali?
Tidak wajib. Itu hanyalah metode sebagian ulama, bukan syarat sah.
Apakah boleh dibaca perempuan yang sedang haid?

Boleh, karena shalawat bukan bagian dari Qur’an.
Apakah Shalawat Nariyah termasuk bid’ah?

Tidak, karena shalawat adalah doa. Segala bentuk pujian kepada Nabi dibolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat.
Shalawat Nariyah adalah salah satu amalan yang membawa banyak manfaat spiritual, mental, dan emosional.

Banyak ulama dan muslim di seluruh dunia menjadikannya wirid harian untuk memohon kelapangan rezeki, perlindungan, dan pertolongan Allah.

Asalkan dibaca dengan niat tulus dan adab yang baik, insya Allah amalan ini memberikan pengaruh positif dalam kehidupan.

4. Sholawat Badar

Sejarah Sholawat Badar
Meski berbahasa Arab, Sholawat Badar ternyata diciptakan oleh ulama asli Indonesia.

Adalah KH Abdurrahman Wahid (Almarhum Gus Dur) yang membuka ke publik bahwa Sholawat Badar adalah ciptaan asli ulama Indonesia.

Menurut Gus Dur, Sholawat Badar diciptakan oleh KH M Ali Manshur sekitar tahun 1960. KH Ali lahir pada 23 Maret 1921 dengan garis keturunan besar yakni dari Ayah tersambung ke Kiai Shiddiq Jember dan dari Ibu memiliki jalur Kiai Basyar, Tuban.

Semasa hidupnya, KH Ali pernah menjadi Ketua Cabang NU Banyuwangi. Saat KH Ali pulang dari berhaji di Mekah, para tetangga KH Ali bermimpi rumah KH Ali didatangi para ahli Badar atau para tentara yang dulu pernah berperang Badar.

KH Ali lantas menciptakan Shalawat Badar itu pada malam Jumat tahun 1960. Pada Muktamar ke-28 Nahdlatul Ulama di Krapyak, Yogyakarta.

Shalawat Badar dikukuhkan menjadi mars Nahdlatul Ulama. Keputusan ini juga dikukuhkan saat Muktamar ke-30 di Lirboyo, Kediri. Atas karyanya ini, pada Harlah ke-91 NU, Kiai Ali dianugerahi tanda jasa Bintang Kebudayaan.

Sholawat Badar sendiri sejak diciptakan sempat meledak dan viral di era tahun 1960-an. Saat itu, Sholawat Badar selalu dikumandangkan untuk menandingi lagu Genjer-genjer dari PKI.

Manfaat dan Khasiat membaca Sholawat Badar

KH Iqbal Zain menuturkan banyak faedah dan manfaat dengan bertawassul dengan Ahli Badar dengan membaca Shalawat Badar.

Beberapa manfaat dan faedah membaca Shalawat Badar di antaranya:

1. Mendapat keselamatan dunia akhirat
2. Mendapat keselamatan dari bala atau musibah
3. Mendapat keselamatan dari gangguan manusia, jin, dan sebagai pembenteng diri beserta keluarga dan masyarakat. Bersambung….

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News