Hukum & Kriminal

Sopir Truk Akhiri Hidup dì Bak Truk, Tinggalkan Pesan Menyayat Hati

×

Sopir Truk Akhiri Hidup dì Bak Truk, Tinggalkan Pesan Menyayat Hati

Sebarkan artikel ini

OKU SATU – Perjalanan hidup sopir truk dì Betung Kabupaten Banyuasin berakhir tragis.

Tak kuasa menahan beratnya beban ekonomi, serta bos perusahaan yang selalu marah-marah, membuatnya memilih pergi dari dunia.

Pria yang memiliki anak dan istri ini, mengakhiri hidup dengan gant*ng diri di bak mobil.

Peristiwa yang terjadi Senin 9 Juni 2025 ini menjadi heboh. Apalagi, sebelum mengakhiri hidupnya, ia membuat pesan yang menyayat hati dì beranda Facebook miliknya.

Jasad pria malang itu, ditemukan pada pukul 05.00 wib. Warga yang mendapatinya langsung melapor ke polisi.

“Korban bernama Kecut Safari, warga Sri Kembang, Betung, ” ujar Kapolsek Betung Iptu Ryadi Sasongko.

 

Baca juga :

Eks Dua Pejabat BPBD OKU Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah di Sukaraja Dua OKU Selatan, Satu Korban Dikabarkan Tewas Terpanggang

 

Beban Ekonomi Beratkan Mental

Beban berat yang mempengaruhi mental itu, tampaknya tak menemukan solusi. Hingga ia memilih mengakhiri hidup.

Sebelumnya pindah alam, korban pamit dengan istri melalui wall Facebook. Ia meminta maaf karena tak mampu menyenangkannya.

“Maafin kakak yang belum bisa buat adek senang, ” tulisnya.

Ia juga meminta maaf kepada teman di media sosialnya dan curhat tentang kesulitannya di tempat kerja.

Dalam pesan tersebut, ia mengaku tidak mendapat gaji dari tempatnya bekerja, meski ia sudah bekerja keras.

“Aku mohon pamit. Mobil aku BG 8128 UE, rusak terus. Bila laporan bos marah. Sudah kerja keras, masih tidak gaji, ” tulisnya.

 

Baca juga :

Harga Telur Ayam Dapat Ancaman, Imbas Penyusutan Produksi 15 Persen, Cuaca Panas Biangkeroknya

Digap Polisi, Pemuda dì OKU Terdiam, Polisi Temukan Belasan BB

Motif Budir Belum Jelas

Pesan tersebut, dijelaskan Ryadi benar dibuat sendiri oleh korban. Hal ini sudah dikonfirmasi dengan pihak keluarga.

“Itu tulisan korban, sebelum korban mengakhiri hidup, ” terangnya.

Tidak diketahui pasti pemicu korban mengakhiri hidupnya yang berat. Namun dugaannya, karena beratnya ekonomi serta kurang bersahabatnya lingkungan tempat kerja. (13)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News