OKU SATU – Harga telur ayam dì pasaran sedikit mendapat ancaman. Hal ini dipicu soal produksi telur ayam yang menyusut.
Bahkan penyusutan produksinya sampai dì angka 15 persen. Hal ini menjadi situasi buruk. Karena, tidak menutup kemungkinan, pasokan telur dì pasaran berkurang.
Ketua Asosiasi Masyarakat Peternak Unggas Ismiadi mengatakan turunnya produksi telur dipicu faktor cuaca belakangan ini dì Sumsel.
“Suhu udara beberapa bulan belakangan panas, membuat ayam petelur stres, imbasnya,produksi telur terganggu, ” katanya.
Baca juga :
Digap Polisi, Pemuda dì OKU Terdiam, Polisi Temukan Belasan BB
Klaim Harga Telur Ayam Stabil
Kendati produksi telur menyusut, namun ia memperkirakan harga telur tidak berimbas. Artinya harga telur masih akan stabil, meski pasokan ke pasar berkurang.
“Tidak berimbas ke harga. Sekarang masih Rp 27 ribu per kg, ” katanya.
Ia belum bisa memastikan, produksi telur ayam kembali stabil. Namun, jika berdasarkan cuaca, artinya, produksi telur bisa stabil selepas kemarau.
Baca juga :
Biadab ! Jidat Emak Dilempar Batok Motor, Pelakunya Anak Sendiri
Sementara itu, pedagang telur dì kawasan pasar baru Kabupaten OKU Ari menyebut, turunnya produksi telur otomatis berimbas kepasokan pasar.
“Misal, basanya disuplai 20 kg, turun jadi 15 atau 10 kg, ” sebutnya.
Nah menurutnya suplai ini, umumnya berdampak juga ke harga penjualan. Karena modal pembelian, biasanya naik dengan alasan telur susah didapat.
“Terlepas naiknya tinggi atau rendah, tapi kecil kemungkinan stabil, jika produksi telur menyusut, ” tuturnya. (13)












