OKU

Talud Jembatan Pasar Sriwijaya Ambruk ke Anak Sungai, Warga Khawatir Ini

×

Talud Jembatan Pasar Sriwijaya Ambruk ke Anak Sungai, Warga Khawatir Ini

Sebarkan artikel ini

Talud Jembatan Pasar Sriwijaya Ambruk ke Anak Sungai, Warga Khawatir Ini

Baturaja, OKUSATU.ID – Talud penahan tanah dì bawah jembatan beton dekat pasar Sriwijaya Kelurahan Sekarjaya ambruk ke aliran anak sungai.

Kondisi itu, menurut warga sudah lama. Lebih dari enam bulan. Pasca banjir terakhir pada Mei 2024.

Namun hingga sekarang belum ada kabar, soal perbaikannya.

Padahal, talud jembatan berfungsi menahan tahan dì dekat tiang beton jembatan.

“Mungkin nunggu putus, baru di bagusi, ” ujar Alvi, warga setempat yang menemui koran ini dì lokasi.

 

Baca juga :

Motor R25 Dibawa Kabur Saat Test Ride, Bapak Anak Ringkus Pelaku

Personil Polres OKU Ikuti Ujian Beladiri Polri, Syarat Naik Pangkat

 

Menurutnya, bukan tidak mungkin jembatan beton bisa putus.

Karena, yang menahan badan jembatan hanya tiang.

Sementara, talud yang mengunci tanah agar tidak menabrak tiang, sudah ambruk.

“Jangan sampai truk lewat, bisa patah jembatan, ” katanya.

 

Baca juga :

PLN Berhasil Jaga Kelistrikan Tetap Andal, Begini Langkah PLN UPT Baturaja 

Pengurus REI OKU Raya Dilantik, Catat Tanggalnya

Tanah Bawah Jalan Terkikis

Belum lagi, sambung dia, tanah di atas talud yang ambruk ke aliran anak sungai, mulai terkikis.

Sementara di atas tanah tersebut, jalan pemukiman warga menuju ke kawasan pasar tradisional setempat.

“Itu tanahnya bee sudah mulai longsor. Tidak bisa jalan terlalu pinggir, sangat beresiko, ” tuturnya sembari menunjukkan dinding tanah yang terkikis.

Baca juga :

Listrik Padam 6 Jam Besok, 24 Wilayah dì OKU Terdampak

Sementara, Miko warga lainnya menyerukan agar lokasi kerusakan dibikin viral.

Sebab, ia khawatir jembatan putus sebelum diperbaiki.

“Lah lamo rusaknya, tapi belum ada penanganan, cak manolah kiro-kiro, ” ungkapnya.

Baca juga :

Digeledah Kejati, Pemkot Palembang Panas Dingin!

Masih beruntung, meski jembatan itu kerap dilalui kendaraan roda dua dan empat, namun belum memberikan dampak negatif.

Tapi melihat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, ia khawatir tanah dì bawah ke jembatan terus-terusan ambrol.

“Mungkin kalau tiang jembatan patah, kecil kemungkinan. Tapi, bukan tidak mungkin oprit jembatan bisa longsor, ” tandasnya. (13)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News