Scroll untuk baca
Pertanian

Harga Kopi Anjlok Ugal-ugalan, Petani Meradang, Terminal Nih Biangkeroknya

×

Harga Kopi Anjlok Ugal-ugalan, Petani Meradang, Terminal Nih Biangkeroknya

Sebarkan artikel ini

OKUSATU.id – Harga kopi belakangan membuat petani pusing. Khususnya jenis kopi robusta. Kopi yang selama ini, jadi primadona masyarakat petani, kini justru membuat kelimpungan.e

Kopi dari hasil petani belakangan dihargai Rp 50 ribu per kilogram. Harga yang dinilai kurang relevan.

Apalagi, harga jual rendah, sementara harga pupuk, tenaga kerja dan perawatan, justru meningkat tajam.

“Bisa tekor kalau begini. Harga jual murah, biaya pupuk dan perawatan naik beberapa pekan ini, ” ujar Azhar, warga Lampung Barat.

 

Baca juga :

Kronologis Penggerebekan Oknum Sekwan Ngamar Bareng Selingkuhan

Sepuluh Rumah Dilahap Si Jago Merah Tanpa Ampun

 

Mirisnya lagi yang membuat petani geram bukan main, anjloknya harga kopi robusta bertepatan dengan panen raya kopi yang berbarengan dengan tahun ajaran baru sekolah.

Harapan kebutuhan bisa terpenuhi menjelang tahun ajaran baru, kini pupus. Ia mulai bingung untuk mencukupi kebutuhan.

Apalagi di perkebunan kopi miliknya, mulai memasuki masa panen, namun sudah dihadapkan dengan mimpi buruk.

“Kemarin masih diharga Rp 60 ribu per kg, turun jadi Rp 58 ribu per kilogram. Masih aman. Nah ini turun lagi jadi Rp 48 ribu per kilogram, alangkah cepatnya turun, pakai tangga lift mungkin, ” gerutunya.

 

Baca juga : 

Khitan Gratis PKBI OKU, Istiqomah dari 20 tahun lalu

Warga Asal Lubuklinggau Gigit Jari Usai Temui Dedi Mulyadi

 

Bizar petani kopi lainnya mengaku sangat kaget dengan anjloknya harga jual biji kopi.

Fluktuasi harga kopi, kata dia, berlangsung sangat cepat. Turunnya harga kopi membuat rencananya berantakan.

“Bingung kak, mau cakmano ini. Mano budak sekolah ni belum beli seragam sama buku, ” keluhnya.

Bos Kopi Akui Ikut Harga Pasar

Anjloknya harga kopi juga dikeluhkan bos kopi. Namun ia tak bisa berbuat banyak. Karena, tren pasar yang menentukan harga beli di petani.

Anda, bos kopi mengaku ketika harga kopi pasar turun, otomatis ia juga harus menurunkan harga beli.

“Sama-sama kena imbas. Bukan saja petani tapi juga pengepul, ” sebutnya.

 

Baca juga :

Belum Diapa-apain Udah Minta Cerai ! 

Perang Doa Petani Kopi dan Penikmat Kopi

 

Kabid Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Barat, Sumarlin menyebut, anjloknya harga kopi karena mengikuti harga terminal ekspor.

Ia menyebut, sejak pertengahan Juni 2025, terminal ekspor kopi sedang melakukan penyesuaian harga.

Namun ia tak menampik ada harapan harga kopi akan kembali naik, seiring berakhirnya penyesuaian harga.

“Lihat beberapa hari kedepan, semoga ada pelangi setelah badai, ” tandasnya. (13)

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News