BPBD OKU Selatan Ingatkan Warga: Longsor Mengintai dari Perbukitan
MUARADUA, OKU SELATAN – Hujan memang berkah, tapi bagi warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, curah hujan yang tinggi berpotensi membawa bencana serius.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan kembali mengingatkan bahwa longsor dapat terjadi sewaktu-waktu.
Warga diminta tetap waspada dan tidak lengah.
Sepanjang awal tahun 2025 hingga Mei, sudah terjadi empat kali longsor yang menutup jalur penghubung antar-desa.
BACA JUGA Kapolres OKU: “Jangan Diam! Laporkan Premanisme, Kami Siap Bertindak”
Peristiwa terbaru terjadi pada Minggu malam (18/5) di Desa Gunung Terang, Kecamatan Buay Sandang Aji, yang membuat akses jalan utama lumpuh total akibat material longsor menumpuk.
“Kabupaten OKU Selatan merupakan daerah perbukitan yang sangat rawan longsor. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegas Heri Pramono, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan, Jumat (23/5).
Peta Ancaman di Tengah Keindahan Alam
OKU Selatan dikenal akan pesona alamnya: lembah hijau, perbukitan, dan kawasan wisata Danau Ranau yang menarik banyak pengunjung. Namun, keindahan ini menyimpan risiko bencana alam yang tidak boleh diabaikan.
BACA JUGA Ayah Tiri Bejat di OKU Selatan Diciduk! 20 Kali Paksa Anak Tirinya Layani Nafsu
BPBD telah memetakan beberapa jalur rawan longsor, mulai dari Kota Muaradua menuju Kecamatan Buay Sandang Aji hingga kawasan Danau Ranau.
Semua jalur tersebut melewati tanah berbukit dan dataran tinggi yang rawan tergelincir saat hujan deras.
“Kami sudah petakan titik-titik rawan. Pengendara dan warga di sekitar lereng bukit harus ekstra hati-hati, terutama saat cuaca ekstrem,” imbuh Heri.
BACA JUGA “Ayahku Sendiri yang Melakukannya” — Remaja di OKU Selatan Hamil 14 Minggu
Tim siaga bencana sudah ditempatkan di sejumlah titik rawan untuk melakukan pemantauan dan mengambil tindakan cepat bila terjadi longsor.
“Fokus kami adalah pencegahan dan kesiapsiagaan agar korban jiwa bisa dihindari. Jangan sampai kita baru bertindak setelah bencana terjadi,” ujar Heri.
Waspada Bukan Panik, Siaga Bukan Takut
Meskipun longsor tidak bisa dihindari sepenuhnya, dampaknya dapat diminimalkan dengan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat.
BPBD mengimbau warga tidak memaksakan diri melewati jalur perbukitan saat hujan deras, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah.
“Ini bukan sekadar himbauan biasa. Ini menyangkut keselamatan nyawa. Waspada adalah kunci utama,” pungkas Heri Pramono. ***












