EkonomiSumsel

Bawang-bawangan “Nekat” Turun Harga, Ditengah Harga Sayur Naik

×

Bawang-bawangan “Nekat” Turun Harga, Ditengah Harga Sayur Naik

Sebarkan artikel ini
Pedagang cabai di Pasar Atas sedang membolak-balik tumpukan cabai besar. Hal ini untuk menghindari terjadinya kelembaban. Foto : Mustofa / OKU SATU

Bawang-bawangan “Nekat” Turun Harga, Ditengah Harga Sayur Naik

Baturaja Timur – Pedagang sayur dan bumbu masakan di pasar atas dibuat bingung. Pasalnya, hanya dalam hitungan hari, harga barang merangkak naik.

Tak tanggung-tanggung harga berubah cepat padahal masih di dalam satu pekan. Hal ini membuat pedagang bingung, karena akan berdampak pada penjualan.

“Belum lama harga naik, Kamis (25/1) harga sudah berubah lagi, ” ujar Mak Cau, pedagang sayur di pasar atas.

Awalnya, harga sayur dan bumbu naik pada Selasa (23/1). Kenaikan harga dikisaran Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram.

BACA JUGA Dilarang PKPU, Tapi Jadi Lokasi Favorit Pemasangan APK

Kemudian harga kembali naik mulai Rp 2 ribu per kilogram hingga Rp 10 ribu per kilogram.

“Calon pembeli pasti bingung, karena harga kemarin masih cukup murah, tapi dalam hitungan hari, harga sudah naik lagi, ” sebutnya.

Ia mencontohkan harga cabai merah besar Rp 60 ribu per kg, naik menjadi Rp 70 ribu per kg, padahal pada pertengahan Januari 2024 harga cabai merah masih di angka Rp 55 ribu per kilogram.

BACA JUGA Peserta  Seleksi PPPK OKU Mundur, Begini Alasannya

Kemudian harga cabe kecil yang sebelumnya Rp 12 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 20 ribu per kilogram, dan naik lagi menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Ranggam juga mengalami kenaikan harga. Awalnya buah sayur itu dibandrol Rp 12 ribu per kilogram, naik jadi Rp 20 ribu per kilogram dan naik lagi jadi Rp 30 ribu per kilogram.

“Cuma harga bawang putih dan bawang merah yang turun, ” ungkapnya.

Harga bawang putih sebelumnya diharga Rp 30 ribu per kilogram, naik jadi Rp 38 ribu per kilogram dan turun menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

BACA JUGA Pelunasan BPIH Terganjal Istitho’ah

Sementara harga bawang merah dari harga Rp 28 ribu per kilogram, naik jadi Rp 32 ribu per kilogram, kemudin turun ke harga Rp 30 ribu per kilogram.

“Kemungkinan masih bakal terjadi perubahan harga, karena faktor cuaca, ” tandasnya.

Sementara di warung sayur, harga beberapa kebutuhan masih tergolong tinggi. Seperti harga cabai rawit yang dijual 1 ons Rp 5 ribu.

“Beda harga warung dengan pasar. Warung pasti hitung ongkos, belum lagi kalau ada yang hutang, ” ujar Nur, warga Talang Bandung Kelurahan Talang Jawa.

BACA JUGA Dikontrak 5 Tahun, Gaji PPPK Kemenag OKU Tembus Hingga Rp 7 juta Perbulan

Namun, meski harga cabai tergolong tinggi, bumbu penyedap yang memberi rasa pedas itu masih wajib dibelinya.

“Sehari tidak ada sambal, pasti geger. Jadi walau mahal, cabai masih harus tetap beli, ” tandasnya. (Ofa).

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News