Belukar Terbakar, Warga Desa Tanjung Baru Gempar
OKU SATU – Lahan belukar di Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur mendadak terbakar hebat, Rabu 16 Agustus 2023.
Belukar yang berdiri di atas 4 kapling tanah di komplek perumahan, tiba-tiba membara.
Warga RT 5 lokasi lahan tersebut, sontak geger dan panik. Karena belukar yang terbakar itu, sangat kering lantaran minimnya curah hujan hampir satu bulan terakhir.
baca juga
Penghasil Uang Tanpa Modal, Asal Percaya Diri
Bali “Blokir” Film Upin Ipin, Gubernur Bali Wajibkan Nonton Film Ini
Marwan warga RT 5 Desa Tanjung Baru mengatakan, kebakaran terjadi sekitar 16.30 wib. Hal ini di ketahui, karena ia bersama warga sedang gotong royong persiapan lomba HUT RI ke 78 di dekat stadion Kemiling, Desa Tanjung Baru.
“Saya di telpon warga katanya lahan terbakar, ketika itu saya lagi gotong royong di dekat Stadion Kemiling, ” ungkapnya kepada okusatu.id.
Lahan yang terbakar itu di ketahui milik Husni Thamrin warga Desa Tanjung Baru. Namun penyebab terbakarnya lahan tersebut belum di ketahui.
baca juga
Korupsi Pengadaan Pencegahan Covid 19, Dua Tenaga Ahli Oku Selatan Ditetapkan Tersangka
DPKP Terjunkan 12 Personil
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) OKU terjun ke lokasi dengan mengerahkan 12 orang personil.
Selain itu, dua armada di terjunkan untuk memadamkan kobaran api yang melahap belukar kering. Dua armada yang di terjunkan yakni armada tembak dan suplai.
“Alhamdulillah kurang 15 menit, api bisa di padamkan berkat kerjasama tim,” ujar Danru Regu II DPKP OKU, Taufik.
baca juga :
Soal CPNS Tahun 2023 Rampung, Intip Kisi-kisinya
Kades Tanjung Baru Subri Bustan di konfirmasi, membenarkan kebakaran di RT 5 Dusun 4 tersebut.
Kebakaran itu ia peroleh informasi dari ketua RT setempat.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa ataupun rumah warga yang terbakar dari kejadian ini, ” ujarnya.
baca juga :
Musim Kemarau, Waspada Penyakit ISPA. Begini Tips Pengobatan dan Pencegahannya
Ia berpesan kepada warga, di musim kemarau agar tidak lalai dengan api.
Perhatikan situasi ketika sudah masak, bakar sampah atau puntung rokok, atau anak-anak yang bermain api.
“Agar tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan yang merugikan masyarakat atau merugikan kita sendiri, ” pesannya. (Rah)












