Budidaya Jamur Tiram Topang Ekonomi Keluarga, Perawatannya Mudah Hasilnya Wah
Banyuasin – Budidaya jamur tiram menjadi salah satu pemasukan keluarga bagi warga.
Belakangan, budidaya jamur jenis mulai dì familiarkan ke masyarakat.
Baik proses budidaya hingga jadi pangan olahan nikmat nan bergizi.
Tidak begitu repot dalam perawatannya, menjadi salah satu alasan, jamur tersebut dì kenalkan luas.
Selain itu, jamur tiram juga kini mulai banyak di buru warga untuk di olah berbagai makanan untuk di konsumsi.
Baca juga :
Pemudik di Sumsel Jangan Nekat, Ratusan Personil Dishub Sumsel Siap Pukul Mundur Pemudik Naka
Balik Sanjo Idul Fitri dì OKU Timur, Mobil dan Penumpangnya Nyemplung ke Irigasi
Seperti jamur krispy, campuran tekwan, sayur dan lainya.
Muhsin, misalnya, Kades Desa Banyu urip, Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin ini membudidayakan jamur tiram sebanyak 2 ribu beglok.
Menurutnya, dari usaha jamur tiram yang di gelutinya ini, sangat membantu kebutuhan sehari -hari dan untuk uang jajan anaknya ke sekolah.
“Alhamdulillah, budidaya jarum tiram sangat membantu ekonomi keluarga, “kata Muhsin kepada jurnalis okusatu.id.
Dari 2 ribu beglok jamur tiram miliknya, bisa menghasilkan sebanyak 10-15 kg setiap panen.
“Sekali panen bisa menghasilan sekitar Rp 300 ribu dengan harga jamur per kilogramnya Rp 20 ribu, “sebutnya.
Baca juga :
Sampah Meluber Ke jalan dì Pasar Tempel, Warga : Buang sampah asal lempar dari kendaraan
Kuburan Granat dan Peluru Aktif Terbongkar, Bikin Septic Tank Gagal Total
Dukung Program Pemerintah
Di lanjutkannya, budidaya jamur tiram di gelutinya selain menambah ekonomi keluarga juga mendukung program pemerintah.
Yakni dengan memanfaatkan lahan pekarangan di sekitar rumah yang bermanfaat.
Untuk itu, ia meminta kepada warganya bisa membudidayakan jamur tiram di sekitar lingkungan rumahnya.
“Soal buddaya jamur tiram, kita yang pertama di desa. Mudah-mudahan kedepan ada warga yang berminat, “tandasnya.(15)












