OKUSATU.id – SP, pria berusia 33 tahun kini berurusan dengan polisi. Kasusnya berat ! melenyapkan nyawa seorang anak yang tak lain anak tirinya, SA (11).
Persoalannya sangat sepele, namun karena menyangkut rasa malu kedepannya, sehingga SP terpaksa melancarkan serangan yang sangat mematikan. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali.
Korban yang masih pelajar SD ini sekarat. Luka di bagian kepala, Parahnya lagi, beberapa tulang dada bocah tersebut, patah dihajar dengkul.
Penganiayaan itu terjadi Sabtu 28 Juni 2025 malam sekitar pukul 19.00 wib, setelah kesadaran SP dipengaruhi minuman beralkohol yang belum lama ditenggaknya.
Fakta baru tersebut berhasil dibongkar Polresta Banyuwangi setelah pihaknya melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka yang sudah diamankan.
Baca juga :
Pasal Perz!nahan Jerat Oknum Eks Sekwan OKU Selatan dan Selingkuhannya
Curi Kolor Istri Agar Harmonis
Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Komang Yoga Arya Wiguna mengungkapkan, SP menghabisi SA, karena SA memergoki SP saat hendak mencari kolor (celana dalam) istrinya pada Sabtu malam.
SP warga Desa Gombolirang Kecamatan Kabat, Banyuwangi yang sedang cekcok dengan Niz istrinya, mendapat saran dari rekannya agar mencuri celana dalam Niz.
Nantinya, celana dalam tersebut dibawa ke paranormal, supaya jadi media agar rumah tangga keduanya kembali harmonis.
Dirasa usulan tersebut masuk akal, SP lalu melancarkan aksinya pada malam itu. Namun untuk memberanikan diri, ia menenggap minuman keras.
Karena selama cekcok dengan istrinya, SP tidak tinggal satu atap dengan istrinya. Selama bertengkar, Niz tinggal di rumah orangtuanya bersama anak semata wayangnya.
“Ide curi celana dalam istri muncul dari temannya yang lagi sama-sama minum alkohol, “ ujarnya.
Baca juga :
Bangun Rumah Tarzan Tiga Lantai di Desa Karang Dapo
Jangan Tertipu !! NIB Berlaku Seumur Hidup Usaha ! Tak Perlu SIUP, SITU, TDP, dan HO
Malam Minggu Pencurian Dilancarkan
Pada Sabtu malam, sesuai saran rekannya, SP masuk ke rumah orangtua Niz. Rumah tersebut terlihat sepi. SP langsung menerobos masuk ke dalam rumah.
Setelah berada di kamar tidur Niz, SP mematikan penerangan di dalam kamar. Ia mengandalkan senter di tangan untuk mencari celana dalam istrinya.
Tumpukan pakaian ia sisir. Senter di tangan memberi penerangan secukupnya untuk memudahkan pencarian.
Namun apa lacur, barang yang dicari belum ditemukan, aksinya keburu kepergok SA, anak Niz berusia 11 tahun yang saat itu mendadak muncul di dalam kamar.
SP kaget bukan kepalang. Jantungnya serasa mau copot. Apalagi ketika itu, SA spontan berteriak karena ada orang asing di dalam rumah.
Baca Juga :
Wanita Penjaja S3x Terjaring Operasi, Segini Jumlahnya
Polres OKU Rampas Senpira FN, Belasan Senpi Ilegal Terjaring Operasi
Siksa Anak Hingga Sekarat
Dengan sigap, SP membekap mulut SA anak tirinya. Tak hanya sampai di situ, bantal yang ada di dekatnya, dibekapkan ke wajah SA agar tidak lagi berteriak.
“Wajah korban dibekap bantal, “ jelasnya.
Tak cukup sampai di situ, tubuh kecil SA jadi sasaran empuk serangan membabibuta SP, hingga SA pingsan. Melihat SA pingsan, SP makin menjadi. SP membawa SA ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, SA yang sudah tak sadarkan diri, masih dihajar.
“Bahkan kepala SA dibenturkan ke bak mandi, “ terangnya.
Setelah korban sekarat, SP langsung melarikan diri. Namun upayanya sia-sia, sebab disaat bersamaan, Niz istri pelaku dan ibu SA keburu pulang.
Keduanya terlibat aksi tarik menarik. SP berhasil lolos dari cengkaraman Niz, dan langsung melarikan diri. Niz yang curiga langsung mengecek dalam rumah.
Betapa kagetnya Niz mendapati anaknya kaku di dalam kamar mandi dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Tak mau menunggu lama, Niz melaporkan kejadian itu ke Polresta Banyuwangi. Petugas langsung bergerak memburu, pelaku tertangkap di area SPBU.
Kini tersangka menjalani proses pemeriksaan, sementara istri tersangka menanggung duka, akibat perbuatan suaminya. (13)












